Ecozone

Kenaikan Suku Bunga BI Perkuat Stabilitas Ekonomi dan Nilai Rupiah

13
×

Kenaikan Suku Bunga BI Perkuat Stabilitas Ekonomi dan Nilai Rupiah

Sebarkan artikel ini
312824b2d295e23eb08274ed61bd4e61.jpg
312824b2d295e23eb08274ed61bd4e61.jpg

Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI mendukung penuh langkah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen. Kebijakan tersebut dinilai krusial sebagai respons proaktif untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan pasar keuangan global.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyatakan bahwa keputusan otoritas moneter tersebut merupakan langkah terukur guna memitigasi risiko global. Menurutnya, kenaikan suku bunga sangat diperlukan untuk mengendalikan inflasi, menstabilkan nilai tukar rupiah, serta menjaga kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi domestik.

Menjaga Stabilitas di Tengah Ketidakpastian

Bagi BNI, kebijakan moneter ini menjadi instrumen penting untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif. Langkah BI diyakini mampu memperkuat ketahanan sektor keuangan dalam menghadapi volatilitas nilai tukar dan ketidakpastian geopolitik global yang memengaruhi arus modal negara berkembang.

Di sisi lain, BNI berkomitmen untuk tetap menjalankan fungsi intermediasi perbankan dengan prinsip kehati-hatian atau prudent. Perseroan akan terus memantau dinamika kebijakan moneter guna memastikan penyaluran pembiayaan tetap optimal dan tepat sasaran.

Evaluasi Portofolio secara Berkala

Sebagai langkah antisipasi, pihak manajemen BNI akan melakukan evaluasi rutin terhadap portofolio kredit serta menjaga kualitas aset di tengah tren kenaikan suku bunga. Fokus utama perusahaan adalah menjaga keseimbangan antara pemberian nilai tambah bagi nasabah dengan pengelolaan risiko yang ketat.

BNI menegaskan akan tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyaluran kredit yang sehat dan berkelanjutan. Perseroan memastikan akan selalu mencermati perkembangan kondisi pasar keuangan domestik maupun global guna menjaga kinerja bisnis tetap stabil di tengah tantangan makroekonomi yang menantang.

2b593745ae9b9b8f75572f9d68fe86c6.jpg
Ecozone

Fenesia – Jakarta. Gejolak di pasar saham Indonesia belum terhenti hingga pekan ketiga Mei 2026. Meski demikian, investor kakap memanfaatkan momentum ini untuk belanja saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Kamis (21/5/2026), investor senior Lo Kheng Hong tercatat mulai masuk ke saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) sekaligus menambah kepemilikan di PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL)….

a1416c131a7b1b0db9ff437599c32139.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya bangkit pada penutupan perdagangan akhir pekan ini setelah tertekan selama delapan hari berturut-turut. Pada Jumat (22/5/2026), IHSG ditutup menguat 1,10% atau naik 67,10 poin ke level 6.162,04. Sepanjang perdagangan, indeks sempat bergerak di rentang 5.966 hingga 6.171. Meski mengalami penguatan harian, kinerja IHSG dalam sepekan masih berada di zona negatif dengan pelemahan…

2a95391cd877933174b50767a1f80bef.jpg
Ecozone

Jakarta, IDN Times – Kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate sering kali terdengar seperti isu yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal, keputusan yang diumumkan Bank Indonesia ini bisa berdampak langsung ke isi dompet masyarakat, biaya cicilan, sampai kondisi dunia kerja. BI Rate sendiri adalah suku bunga acuan yang digunakan bank sentral untu…

c30cd5b35644cf85c7da4b51e0884238.jpg
Ecozone

Fenesia – NEW YORK. Indeks utama Wall Street dibuka menguat pada awal perdagangan Jumat (22/5/2026), dengan indeks Dow Jones Industrial Average menyentuh rekor tertinggi intraday karena investor mengamati kemajuan dalam pembicaraan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Mengutip Reuters Jumat (22/5/2026), pada bel pembukaan perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average naik 149,0 poin, atau 0,30% ke level 50.434,65. Indeks S&P 500 naik…