Atlanta – Tim nasional Inggris meningkatkan intensitas persiapan mental dan teknis mereka menjelang laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 menghadapi Republik Demokratik Kongo.
Pertandingan krusial tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Atlanta pada [Rabu, 1/7/2026] malam waktu Indonesia barat.
Skuad asuhan Thomas Tuchel ini secara spesifik melakukan simulasi adu penalti guna mengantisipasi skenario terburuk dalam fase gugur.
Langkah preventif ini diambil setelah melihat tren negatif yang menimpa sejumlah tim unggulan lainnya pada babak 32 besar turnamen.
Jerman dan Belanda menjadi contoh nyata tim besar yang harus tersingkir lebih awal setelah gagal menuntaskan babak tos-tosan.
Bayang-bayang trauma masa lalu turut menjadi alasan kuat bagi The Three Lions untuk mematangkan persiapan eksekusi penalti.
Dalam sejarah partisipasi di Piala Dunia, Inggris tercatat telah menjalani empat kali adu penalti namun hanya mampu meraih satu kemenangan.
Winger Inggris, Noni Madueke, menegaskan bahwa faktor psikologis memegang peranan jauh lebih vital dibandingkan sekadar teknik menendang bola.
Menurut pemain Arsenal tersebut, kepercayaan diri saat melangkah menuju titik putih adalah kunci utama keberhasilan eksekutor.
“Yang paling menentukan sebenarnya aspek psikologis,” ujar Madueke dalam sesi wawancara.
“Cara mengambil ancang-ancang, apakah memilih menunggu pergerakan kiper atau langsung mengarahkan bola ke sudut tertentu, semuanya bergantung pada kepercayaan diri saat itu,” tambahnya.
Selain menyiapkan mental untuk adu penalti, tim pelatih juga harus memutar otak meracik strategi baru akibat badai cedera yang melanda skuad utama.
Meski menyandang status sebagai salah satu tim unggulan, Inggris menolak untuk memandang sebelah mata kekuatan RD Kongo.
Madueke mengakui bahwa lawan yang akan dihadapi memiliki kualitas mumpuni untuk memberikan perlawanan sengit sepanjang 90 menit pertandingan.
Kesadaran akan ketatnya persaingan di babak gugur membuat seluruh pemain Inggris diminta untuk tetap waspada.
“Kami sadar pertandingan ini akan berlangsung berat,” ungkap Madueke menanggapi potensi kejutan dari lawan.
“Di fase gugur Piala Dunia, tidak ada tim yang pantas diremehkan,” tegasnya kembali.
Kesiapan fisik dan taktik kini menjadi fokus utama Thomas Tuchel di tengah tuntutan untuk memperbaiki rekor buruk Inggris dalam drama adu penalti.
Kemenangan dalam laga ini menjadi syarat mutlak bagi Inggris untuk melaju lebih jauh di Piala Dunia 2026.
Pemenang dari duel antara Inggris melawan RD Kongo nantinya akan menantang Meksiko yang sudah terlebih dahulu memastikan tiket ke babak 16 besar.
Seluruh elemen tim kini berupaya keras agar hasil kerja keras di sesi latihan mampu membuahkan hasil positif di atas lapangan.
Harapan besar disematkan kepada para pemain untuk menjaga fokus dan ketenangan selama pertandingan berlangsung.
Keberhasilan melewati adu penalti dipandang sebagai langkah krusial untuk menghapus stigma negatif yang selama ini melekat pada tim nasional Inggris di turnamen besar.
Kini, publik sepak bola dunia menantikan apakah racikan baru Thomas Tuchel mampu membawa Inggris melangkah mulus ke babak berikutnya.







