BeritaPemerintahan

Pemerintah Perkuat Gapoktan dan Koperasi Desa Merah Putih Salurkan Pupuk

110
×

Pemerintah Perkuat Gapoktan dan Koperasi Desa Merah Putih Salurkan Pupuk

Sebarkan artikel ini
image
image

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat peran Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sebagai penggerak ekonomi petani. Gapoktan kini didorong berkolaborasi dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dalam penyaluran pupuk bersubsidi.

Wakil Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, meyakini KDMP akan memperkuat sistem distribusi pupuk subsidi. Kehadiran KDMP di setiap desa diharapkan mempermudah akses petani terhadap pupuk.

“Petani bisa mendapatkan akses menyeluruh terhadap input pertanian melalui KDMP,” kata Ferry, Jumat (5/9/2025). Input pertanian yang dimaksud meliputi pupuk subsidi, pupuk nonsubsidi, hingga pestisida.

Penguatan KDMP sebagai mitra strategis dalam rantai pasok pupuk bersubsidi dinilai dapat membantu pengendalian distribusi. Hal ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan nasional dan menjadikan koperasi sebagai motor kemandirian ekonomi desa.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian, Tedy Dirhamsyah, mengatakan pemerintah tengah menyiapkan mekanisme agar Gapoktan bisa menjadi titik serah pupuk bersubsidi. Salah satunya dengan mengidentifikasi petani potensial sebagai anggota kelompok tani.

Pemerintah juga mendorong kelompok tani bergabung menjadi Gapoktan agar lebih kuat dan memiliki posisi tawar yang lebih tinggi. Gapoktan diharapkan mengembangkan jejaring dan kemitraan usaha yang lebih luas.

Tedy mengakui sejumlah kendala bagi Gapoktan untuk menjadi titik serah pupuk, seperti permodalan terbatas, keterbatasan gudang dan SDM, persyaratan administrasi, hingga keraguan akibat banyaknya kios yang berdekatan.

Karena itu, peran penyuluh pertanian menjadi penting untuk mendampingi Gapoktan. “Penyuluh berperan membimbing peningkatan kapasitas SDM Gapoktan, sekaligus memberikan edukasi terkait persyaratan dan manfaat Gapoktan sebagai titik serah pupuk,” ujar Tedy.

Data BPPSDMP menunjukkan, saat ini terdapat 290 Gapoktan, 29 Poktan, dan 406 koperasi yang telah berfungsi sebagai kios atau penyalur pupuk subsidi. Selain itu, 452 Gapoktan diusulkan sebagai titik serah pada tahap IV, tersebar di 17 provinsi.

Kementerian Koperasi telah meluncurkan KDMP yang juga dapat berperan sebagai titik serah pupuk bersubsidi sesuai ketentuan.

VP Manajemen Saluran Penjualan PT Pupuk Indonesia, Yan Januar Akbar, mengatakan penyaluran pupuk kini lebih sederhana berkat Perpres Nomor 6 Tahun 2025 dan Permentan Nomor 15 Tahun 2025.

Distributor kini menjadi bagian dari Pupuk Indonesia. Dengan aturan baru ini, empat pelaku usaha bisa menyalurkan pupuk subsidi, yakni Gapoktan, pengecer, kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan), dan koperasi, termasuk KDMP. Alokasi tetap diatur pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).