Jakarta, Fenesia.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan zona hijau hingga akhir perdagangan sesi II, Selasa (7/7).
Pasar modal domestik menunjukkan ketahanan yang impresif di tengah tekanan yang melanda mayoritas bursa regional Asia pada hari yang sama.
Berdasarkan data dari Stockbit, IHSG tercatat naik 70,43 poin atau setara 1,19% ke level 5.986,497.
Sentimen positif tersebut turut menular ke indeks saham unggulan LQ45 yang mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 1,78% ke posisi 594,918.
Aktivitas investor di lantai bursa terlihat sangat aktif dengan total nilai transaksi harian mencapai Rp 10,18 triliun.
Likuiditas pasar didukung oleh volume perdagangan yang menyentuh angka 21,90 miliar lembar saham.
Tingkat partisipasi pelaku pasar juga terlihat dari frekuensi perdagangan yang tercatat sebanyak 1,66 juta kali transaksi.
Dominasi sektor properti dan konstruksi mewarnai daftar top gainers pada perdagangan hari ini.
APLN memimpin penguatan dengan kenaikan 37 poin atau 34,91% ke level 143.
Disusul oleh LAND yang menguat 18 poin atau 34,62% ke posisi 70.
NTBK juga menunjukkan performa serupa dengan kenaikan 23 poin atau 34,33% ke level 90.
BIPP mencatatkan apresiasi sebesar 16 poin atau 29,63% ke level 70.
RODA melengkapi daftar dengan kenaikan 15 poin atau 28,85% ke level 67.
Di sisi lain, tekanan jual masih membayangi beberapa saham yang masuk dalam jajaran top losers.
COCO harus terkoreksi 42 poin atau 12,80% ke level 286.
TRUS melemah 75 poin atau 12,40% ke level 530.
MMIX turun 65 poin atau 11,30% ke level 510.
LAPD terkoreksi 8 poin atau 10,26% ke level 70.
LUCY ditutup turun 60 poin atau 9,30% ke level 585.
Saham perbankan berkapitalisasi besar tetap menjadi magnet utama bagi investor dengan nilai transaksi yang masif.
BBCA mencatatkan nilai transaksi tertinggi sebesar Rp 1,14 triliun.
BBRI menyusul dengan nilai transaksi Rp 749,70 miliar.
BMRI membukukan nilai transaksi sebesar Rp 727,12 miliar.
TPIA mencatatkan nilai transaksi Rp 569,07 miliar.
BRPT melengkapi daftar lima besar dengan nilai transaksi Rp 437,71 miliar.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menunjukkan tren penguatan tipis pada penutupan sesi sore.
Mata uang Garuda ditutup pada level Rp 17.975 per dolar AS.
Posisi ini menunjukkan penguatan dibandingkan posisi pembukaan pagi tadi yang berada di level Rp 17.994.
Rupiah tercatat menguat sebesar 0,10% atau setara 0,02 poin.
Kondisi ini sedikit kontras dengan performa mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang justru terperosok ke zona merah.
Hanya bursa Singapura melalui indeks Straits Times yang berhasil menguat sebesar 1,44% ke level 5.335,55.
Sebaliknya, indeks Nikkei 225 di Jepang harus terkoreksi dalam sebesar 2,13% ke level 68.256,96.
Indeks Hang Seng di Hong Kong melemah 0,51% ke posisi 23.496,89.
Indeks SSE Composite di China juga mengalami tekanan sebesar 1,27% ke level 3.990,24.







