Berita

Veddriq Leonardo Juara Dunia, Indonesia Dominasi Nomor Speed di Chamonix

10
×

Veddriq Leonardo Juara Dunia, Indonesia Dominasi Nomor Speed di Chamonix

Sebarkan artikel ini
cfb3df9068950e33cb26c6e671ada7ec.jpg
cfb3df9068950e33cb26c6e671ada7ec.jpg

Fenesia – Atlet panjat tebing asal Indonesia, Veddriq Leonardo, sukses meraih medali emas pada nomor speed putra dalam ajang World Climbing Series yang diselenggarakan di Chamonix, Prancis, pada Sabtu (11/7/2026).

Dilansir dari laman resmi World Climbing, keberhasilan tersebut diraih setelah Veddriq Leonardo mengalahkan rekan senegaranya, Antasyafi Robby Al Hilmi, di babak final dengan catatan waktu 4,89 detik.

Antasyafi Robby Al Hilmi harus puas menempati posisi kedua dan membawa pulang medali perak setelah menyelesaikan lintasan dalam waktu 5,11 detik.

Atlet asal Jepang, Ryo Omasa, melengkapi posisi podium dengan meraih medali perunggu setelah mencatatkan waktu 4,701 detik pada perebutan tempat ketiga.

Kemenangan ini menjadi raihan emas pertama bagi Veddriq Leonardo di kancah internasional pasca perhelatan Olimpiade Paris 2024.

“Saya merasa luar biasa dan sangat bersyukur karena ini adalah medali emas pertama saya setelah Olimpiade,” kata Veddriq Leonardo.

Perjalanan Veddriq Leonardo menuju podium tertinggi cukup menantang karena ia mengaku belum pulih sepenuhnya dari cedera yang menghambat program latihannya.

“Saya belum bisa memanjat dengan baik karena keterbatasan latihan, namun saya sudah memberikan yang terbaik,” ujar Veddriq Leonardo.

Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian atlet kelahiran Pontianak tersebut yang dinilai telah mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.

“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Pontianak dan membuktikan bahwa atlet kita mampu bersaing di level internasional,” kata Satarudin.

Satarudin menekankan bahwa keberhasilan Veddriq Leonardo secara tidak langsung berfungsi sebagai sarana promosi yang efektif bagi Kota Pontianak di mata dunia.

Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan peningkatan dukungan terhadap pembinaan olahraga melalui penyediaan sarana dan prasarana latihan yang lebih representatif.

“Kami berharap ke depan Pontianak memiliki fasilitas latihan panjat tebing yang lebih baik agar bisa melahirkan lebih banyak atlet berprestasi,” ujar Satarudin.

Pembangunan infrastruktur olahraga yang memadai diyakini dapat menjadikan Pontianak sebagai barometer pembinaan panjat tebing di tingkat nasional.

Selain dampak di dunia olahraga, prestasi atlet juga dianggap memiliki efek berganda terhadap sektor ekonomi, jasa, serta pariwisata daerah.

“Semakin banyak orang mengenal Pontianak melalui kisah sukses atlet kita, maka semakin besar peluang kunjungan wisatawan ke daerah ini,” kata Satarudin.

Dominasi Indonesia pada ajang ini mempertegas posisi atlet nasional sebagai salah satu kekuatan utama dunia dalam nomor speed panjat tebing.

Keberhasilan dua atlet Indonesia yang berdiri di dua posisi teratas podium menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengejar prestasi di level dunia.

Reporter: Mirza Ahmad Muin/Pontianak Post