BeritaPolitik

Swasembada Beras Lampaui Target, DPR Apresiasi Pemerintah Pacu Ketahanan Pangan

118
×

Swasembada Beras Lampaui Target, DPR Apresiasi Pemerintah Pacu Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
swasembada-beras-terwujud,-dpr-apresiasi-pemerintah-perkuat-ketahanan-pangan
swasembada beras terwujud, dpr apresiasi pemerintah perkuat ketahanan pangan

Jakarta – DPR RI mengapresiasi keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras. Ini dinilai sebagai prestasi besar.

Sektor pertanian nasional dinilai berada di jalur penguatan menuju ketahanan pangan berkelanjutan.

Anggota Komisi IV DPR RI, Endang S. Tohari, menyebut keberhasilan ini melampaui proyeksi awal pemerintah.

Pemerintah sebelumnya memperkirakan swasembada beras butuh waktu hingga empat tahun.

“Keberhasilan swasembada beras dalam waktu singkat ini menunjukkan sektor pertanian dikelola dengan perencanaan yang tepat, eksekusi cepat, dan pengawasan kuat,” kata Endang.

Keberhasilan ini disebut tak lepas dari kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Mentan dinilai konsisten mendorong peningkatan produksi padi melalui optimalisasi lahan, percepatan tanam, serta pemanfaatan teknologi pertanian.

DPR RI menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan capaian ini.

Hal itu bisa dilakukan melalui penguatan program produksi, dukungan pembiayaan seperti KUR sektor pertanian, perlindungan terhadap petani, serta upaya menarik minat petani milenial.

“Kami terus mengawal dan mendukung kebijakan pemerintah dalam membangun sektor pertanian nasional. Regenerasi petani dan modernisasi pertanian menjadi kunci menghadapi tantangan pangan ke depan,” ujarnya.

Presiden Prabowo menyatakan swasembada beras adalah hasil kerja kolektif lintas sektor.

Hal ini memperkuat produksi pertanian nasional serta menjaga stabilitas pangan di tengah tekanan global.

“Kita buktikan bahwa sekarang kita sudah swasembada beras. Kita menuju swasembada pangan,” kata Presiden Prabowo.

Produksi beras tahun 2025 diperkirakan mencapai hampir 34,7 juta ton, naik 13 persen dibandingkan 2024.

Cadangan beras di Bulog pada Juni 2025 mencapai 4,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.

Presiden menegaskan ketahanan pangan adalah fondasi utama kedaulatan bangsa.

Hal ini juga menjadi penopang stabilitas ekonomi nasional, serta bukti kemampuan Indonesia menghadapi ketidakpastian global.

Pemerintah optimistis ketahanan pangan akan terus diperkuat.

Hal ini dilakukan dengan dukungan kebijakan nasional dan kerja sama lintas sektor, guna memastikan ketersediaan beras bagi seluruh rakyat Indonesia.