Ecozone

SPBU Shell Mangunjaya Diserbu Pengendara Akibat Kelangkaan BBM Swasta

125
×

SPBU Shell Mangunjaya Diserbu Pengendara Akibat Kelangkaan BBM Swasta

Sebarkan artikel ini
3f046e6d1dedc6d7fb0c2ad393401dac.jpg
3f046e6d1dedc6d7fb0c2ad393401dac.jpg

Bekasi – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis V-Power di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta, termasuk Shell, memicu keluhan pengendara motor di Bekasi. Kondisi ini menyebabkan antrean panjang dan memaksa sebagian pengendara beralih ke jenis BBM lain.

Salah satu pengendara yang terdampak adalah Gilang (19), pemilik motor Yamaha R15. Ia mengaku kesulitan menemukan stok V-Power (RON 95) yang biasa digunakannya di SPBU Shell wilayah Bekasi dan Fatmawati dalam beberapa pekan terakhir.

“Saya biasa ngisi itu V-Power yang harganya kisaran Rp13.000–Rp14.000 per liter, di pom sekitar Bekasi Kota, di pom Shell daerah dekat Fatmawati, pada habis stoknya,” ujar Gilang saat ditemui di SPBU Shell Mangunjaya, Jalan Raya Villa Indah Bekasi, Rabu (17/9/2025).

Akibat kelangkaan V-Power, Gilang terpaksa mengisi BBM jenis Shell Super (RON 92) yang dijual Rp12.580 per liter. Ini adalah pengalaman pertamanya mengantre di SPBU Shell. “Baru ini doang ngantre, untuk mendapatkan bensin di sini,” katanya.

Antrean panjang juga terlihat di SPBU Shell Mangunjaya, Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Selasa (16/9/2025). Antrean ini memuncak pada jam-jam sibuk, terutama saat pulang kerja.

Devi (40), Shift Manager Shell Mangunjaya, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, antrean mulai ramai dari jam 17.00 WIB hingga ke luar area SPBU. Shell Super kini menjadi jenis BBM yang paling dicari karena stok di banyak SPBU Shell lain kosong.

“Kami di sini memang jadi andalan utama adalah Super. Memang di seluruh Shell, Super lagi dicari,” ujar Devi. Ia menambahkan, SPBU Shell Mangunjaya saat ini hanya memiliki stok Shell Super, sementara V-Power (RON 95) kosong.

Devi menjelaskan, kelangkaan V-Power dipicu oleh perubahan mekanisme impor yang diterapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Jika sebelumnya izin impor BBM diberikan untuk periode satu tahun, kini dipangkas menjadi enam bulan dengan evaluasi per tiga bulan.

“Betul, karena memang kuota impor sudah dibatasi. Jadi memang seluruh Shell Indonesia untuk V-Power kosong,” jelas Devi. Antrean panjang di SPBU Shell Mangunjaya ini mulai intens terlihat sejak awal September 2025. Gilang berharap pemerintah dapat mencabut peraturan pembatasan impor agar Shell bisa kembali mengisi stok BBM-nya.