Jakarta, Fenesia.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang cukup signifikan pada perdagangan Rabu (8/7) dengan merosot 1,89 persen ke level 5.873.
Kondisi pasar yang tidak menentu ini memicu aksi jual masif yang membuat 482 saham terkoreksi di tengah dominasi sentimen negatif.
Hanya 191 saham yang mampu bertahan di zona hijau saat pelaku pasar merespons berbagai dinamika ekonomi domestik maupun global.
Sebanyak 116 saham lainnya terpantau stagnan tanpa pergerakan harga yang berarti sepanjang sesi perdagangan.
Indeks LQ45 sebagai penggerak utama pasar juga tidak luput dari guncangan dengan mencatatkan penurunan tajam hingga 2,02 persen.
PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menjadi salah satu saham berkapitalisasi besar yang tertekan dengan pelemahan 6,58 persen ke posisi Rp 1.420.
Tekanan serupa dialami oleh PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang terkoreksi 6,27 persen ke level Rp 478 per saham.
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turut melengkapi daftar saham yang melemah dengan penurunan 5,90 persen ke harga Rp 3.350.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai transaksi harian mencapai Rp 10,54 triliun dengan volume perdagangan sebesar 22,69 miliar saham.
Frekuensi transaksi yang terjadi di pasar mencapai 1,97 juta kali yang mencerminkan tingginya aktivitas perdagangan di tengah fluktuasi harga.
Kapitalisasi pasar IHSG tercatat berada di posisi Rp 10.229 triliun pada penutupan sesi sore.
Sektor bahan baku menjadi pemberat utama indeks setelah mengalami kontraksi terdalam sebesar 4,35 persen.
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menjadi salah satu emiten di sektor tersebut yang terperosok 5,06 persen ke level Rp 1.500.
Secara keseluruhan, sepuluh dari sebelas sektor yang ada di BEI kompak ditutup di zona merah.
Dinamika bursa saham Asia pada hari yang sama menunjukkan pergerakan yang sangat variatif di tengah ketidakpastian pasar global.
Indeks Hang Seng berhasil mencatatkan penguatan sebesar 2,99 persen, diikuti oleh Straits Times yang naik 0,51 persen.
Situasi berbeda terjadi di bursa Shanghai Composite yang terkoreksi 0,49 persen dan Nikkei yang jatuh 2,11 persen.
Di tengah pelemahan indeks, beberapa emiten masih mampu mencatatkan kinerja positif sebagai top gainers.
PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) memimpin penguatan dengan kenaikan 25 persen ke level Rp 1.950.
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) juga mencatatkan apresiasi harga sebesar 4 persen ke Rp 1.170.
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melengkapi jajaran saham unggulan dengan kenaikan 1,93 persen ke posisi Rp 1.320.
Sementara itu, jajaran top losers didominasi oleh PT PP Presisi Tbk (PPRE) yang turun 9,82 persen ke Rp 101.
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) turut mengalami pelemahan sebesar 6,67 persen ke level Rp 476.
Koreksi dalam pada saham MBMA sebesar 6,27 persen juga menempatkan emiten tersebut ke dalam posisi saham dengan penurunan harga paling tajam dalam sesi perdagangan kali ini.







