Berita

Solidaritas Yogya: Mahasiswa Sumatra Terdampak Bencana Terima Bantuan

126
×

Solidaritas Yogya: Mahasiswa Sumatra Terdampak Bencana Terima Bantuan

Sebarkan artikel ini
solidaritas-yogya-untuk-mahasiswa-sumatra-terdampak-bencana
solidaritas yogya untuk mahasiswa sumatra terdampak bencana

Yogyakarta – Gelombang solidaritas muncul di Yogyakarta untuk membantu mahasiswa asal Sumatra yang terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Mahasiswa perantau yang terhambat kiriman dari orang tua menjadi prioritas utama aksi kemanusiaan ini.

Muhammad Miftahur Rizaq, seniman dan aktivis Yogyakarta, membuka Kedai Sabalingga miliknya di Nogotirto, Sleman, sebagai posko bantuan.

“Bantuan ke lokasi bencana pasti sudah terkoordinasi. Jadi kami mencoba membantu yang ada di sini,” kata Miftah, Rabu (3/12).

Sembako dan makanan gratis disediakan tanpa syarat bagi mahasiswa asal Sumatra yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Miftah mengungkapkan, banyak mahasiswa yang belum menerima kabar dari keluarga dan kesulitan memenuhi kebutuhan makan.

Sejak pengumuman di media sosial pada 29 November 2025, belasan mahasiswa telah menerima bantuan.

Bahkan, Miftah menyediakan layanan pengiriman via ojek daring bagi mahasiswa yang tidak bisa datang langsung.

Mahasiswa juga bisa berbelanja di warung terdekat dan mengirimkan foto barcode pembayaran.

“Kita sebisa mungkin menghindari donasi uang tunai karena rawan disalahgunakan. Sembako pasti kepakai,” jelasnya.

Aksi serupa juga dilakukan Warkop Perdjuangan di Giwangan, Umbulharjo.

Khrisna Wijaya, pemilik warkop, menyediakan makan dan minum gratis bagi mahasiswa perantau tanpa syarat.

“Inspirasi memberi makan gratis ini murni tanggung jawab sosial. Kami ingin memastikan anak-anak rantau tidak tidur dalam kondisi kelaparan,” ungkap Khrisna.

Mahasiswa bebas memilih menu dan bahkan bisa makan tiga kali sehari.

Sekitar 30 mahasiswa perantau telah menghubungi warkop melalui media sosial.

Solidaritas juga datang dari Warung Makan Nusantara di Banguntapan, Bantul.

Pengelola warung menyediakan makanan gratis dengan prinsip sederhana: jangan biarkan mahasiswa menunda lapar.