Ecozone

Resep Integritas Jahja Setiaatmadja: Walk the Talk dan Ngewongke Orang

16
×

Resep Integritas Jahja Setiaatmadja: Walk the Talk dan Ngewongke Orang

Sebarkan artikel ini
Presiden Komisaris BCA Jahja Setiaatmadja saat memberikan paparan mengenai integritas kepemimpinan di Jakarta
Presiden Komisaris BCA Jahja Setiaatmadja menekankan pentingnya keteladanan pemimpin dalam menjaga integritas kerja.

Jakarta – Presiden Komisaris PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Jahja Setiaatmadja, menegaskan pentingnya keteladanan pemimpin dalam menjaga integritas dan etika kerja di industri perbankan nasional pada Rabu (15/7/2026).

Dilansir dari laman berita terkait, BCA menempatkan nilai-nilai kepemimpinan berbasis keteladanan sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan disrupsi teknologi dan ketidakpastian ekonomi global.

Jahja Setiaatmadja menyatakan bahwa integritas tidak dapat diajarkan hanya melalui instruksi formal atau memo internal semata.

Para pemimpin organisasi diwajibkan mempraktikkan langsung nilai-nilai yang mereka sampaikan kepada seluruh bawahan.

Prinsip walk the talk atau keselarasan antara perkataan dan perbuatan harus menjadi standar perilaku bagi seluruh jajaran manajemen perusahaan.

Seorang direktur harus menjadi pihak pertama yang menunjukkan kejujuran dan kedisiplinan sebelum menuntut hal serupa dari stafnya.

Selain aspek keteladanan, BCA mengedepankan pendekatan humanis melalui filosofi ngewongke orang atau menghargai sesama manusia.

Strategi ini diterapkan secara merata tanpa memandang tingkatan jabatan maupun latar belakang operasional karyawan.

Dalam forum Risk and Governance Summit 2026 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jahja menjelaskan bahwa tindakan kecil seperti menyapa petugas keamanan atau staf pendukung memiliki dampak psikologis yang signifikan.

“Kalau saya berkunjung ke kantor cabang, saya tidak melulu bertanya soal target atau pekerjaan, kita ajak office boy dan petugas satpam di sana untuk menyapa, mengobrol, dan bahkan selfie bareng, mereka happy-nya luar biasa,” kata Jahja.

Kebiasaan tersebut dinilai mampu meruntuhkan sekat birokrasi yang kaku serta membangun rasa memiliki di antara sesama pegawai.

Loyalitas dan komitmen karyawan terhadap nilai perusahaan akan tumbuh secara organik ketika mereka merasa dihargai secara personal oleh manajemen puncak.

Hubungan kerja yang harmonis dan setara berfungsi sebagai benteng pertahanan utama dalam menjaga kepercayaan nasabah.

Kepercayaan merupakan komoditas paling berharga bagi industri perbankan yang membutuhkan waktu lama untuk dibangun namun rentan hancur.

Manajemen BCA tetap menerapkan ketegasan tanpa kompromi terhadap setiap pelanggaran integritas meskipun mengedepankan pendekatan keluarga.

Potensi pelanggaran seperti suap, gratifikasi, serta manipulasi dalam proses pemutusan kredit menjadi risiko yang terus diantisipasi oleh perusahaan.

Jahja memastikan bahwa seluruh proses peninjauan kredit dilakukan secara berlapis oleh tim analitis untuk menghindari subjektivitas.

“Cobaan dan godaan itu akan selalu ada, baik di kantor pusat maupun di jaringan cabang, namun kita harus tegas, kalau sampai ada yang ketahuan melanggar integritas, ya harus bye-bye,” kata Jahja.

Tindakan tegas berupa pemutusan hubungan kerja tetap menjadi konsekuensi bagi oknum yang terbukti melanggar pakta integritas demi keuntungan pribadi.

Kombinasi antara kepemimpinan yang membumi dan ketegasan sistemik terbukti menjaga pertumbuhan bisnis BCA tetap berjalan beriringan dengan standar etika yang tinggi.