Medan – Pemerintah Kota Medan menyambangi kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut pada Rabu (15/7) untuk meminta klarifikasi terkait antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU.
Langkah ini diambil atas instruksi Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, demi memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) kembali normal.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkot Medan menerima konfirmasi bahwa kendala yang terjadi murni masalah teknis distribusi, bukan karena kelangkaan pasokan.
Sebelumnya, Pertamina sempat menjanjikan distribusi normal mulai 10 Juli pascapergantian sopir mobil tangki.
Namun, realitanya antrean justru memanjang dan sejumlah SPBU sempat mengalami kekosongan stok BBM subsidi maupun nonsubsidi.
“Kami datang untuk meminta kejelasan karena masyarakat membutuhkan kepastian mengenai penyebab distribusi yang belum kembali normal,” ujar perwakilan Pemkot Medan, Citra.
Ia menegaskan, pihaknya siap memberikan dukungan penuh kepada Pertamina agar penyaluran BBM kembali lancar.
Saat ini, Pemkot Medan telah mengerahkan personel Dinas Perhubungan dan Satpol PP untuk menertibkan arus lalu lintas di sekitar SPBU.
“Atas instruksi Pak Wali Kota, kami terus mengawal persoalan ini dan menawarkan bantuan jika ada hal yang perlu disinergikan,” tambah Citra.
Menanggapi hal tersebut, Sales Area Manager Retail Medan Pertamina Patra Niaga, Tito Rivanto, menjamin stok BBM di Medan dalam kondisi aman.
Ia menjelaskan bahwa saat ini perusahaan tengah melakukan pembenahan internal pada sistem penyaluran menggunakan armada mobil tangki.
“Kami telah menambah armada, mendatangkan sopir eksternal, dan menambah jumlah SPBU yang beroperasi 24 jam untuk mempercepat normalisasi,” ungkap Tito.
Tito berharap serangkaian langkah tersebut dapat segera meningkatkan pelayanan dan mengurai antrean panjang.
Pertamina berkomitmen untuk terus berupaya maksimal agar proses distribusi BBM segera pulih di seluruh wilayah Medan.







