Politik

Prabowo Subianto Terima Kunjungan Kenegaraan Presiden Belarus di Jakarta

18
×

Prabowo Subianto Terima Kunjungan Kenegaraan Presiden Belarus di Jakarta

Sebarkan artikel ini
38a7ce778fb48425440c1957132a2449.jpg
38a7ce778fb48425440c1957132a2449.jpg

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Kamis, 2 Juli 2025.

Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis bagi kedua negara untuk mempererat hubungan bilateral melalui peluncuran peta jalan atau roadmap kerja sama periode 2026-2030.

Kedatangan Presiden Lukashenko disambut dengan upacara militer penuh kehormatan yang melibatkan 120 pasukan berkuda di kompleks Istana Kepresidenan.

Iring-iringan kendaraan kenegaraan melintasi kawasan Monumen Nasional sebelum tiba di Istana Merdeka sekitar pukul 11.25 WIB.

Presiden Lukashenko yang mengenakan setelan jas biru disambut langsung oleh Presiden Prabowo yang tampil dengan setelan jas abu-abu dan peci hitam.

Prosesi penyambutan semakin meriah dengan kehadiran siswa sekolah dasar, pasukan berpakaian adat, serta pertunjukan Tari Enggang dari Kalimantan Timur.

Upacara kenegaraan berlanjut dengan kumandang lagu kebangsaan kedua negara yang diiringi dentuman 21 meriam, disusul dengan inspeksi pasukan oleh kedua kepala negara.

Setelah sesi foto bersama dan penandatanganan buku tamu di Ruang Kredensial, kedua pemimpin melanjutkan agenda dengan pertemuan terbatas atau tête-à-tête di ruang kerja Presiden.

Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan bahwa fokus utama dalam pertemuan ini adalah penguatan sektor ketahanan pangan dan ketahanan energi.

“Kepentingan kita yang utama, karena ini juga sesuai dengan program Bapak Presiden terutama di bidang ketahanan pangan dan ketahanan energi, kerja sama yang lebih intensif di bidang ini juga akan dimantapkan,” ujar Sugiono kepada wartawan.

Pemerintah juga menyoroti potensi kerja sama pengadaan bahan baku pupuk serta produk pertanian sebagai bagian dari sinergi kedua negara.

Sugiono menambahkan bahwa forum bisnis yang digelar sebelum pertemuan ini telah menghasilkan potensi kerja sama ekonomi senilai USD 500 juta atau sekitar Rp 8,9 triliun.

Pencapaian angka tersebut dipandang sebagai langkah awal bagi kedua negara untuk terus meningkatkan volume perdagangan dan investasi di masa depan.

Dalam pernyataan pers bersama, Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk membalas kunjungan kenegaraan tersebut ke Minsk, Belarus.

Presiden Prabowo menyebut peta jalan 2026-2030 sebagai kerangka acuan yang mencakup sektor ekonomi, industri, perdagangan, hingga sosial budaya.

“Peta jalan ini mencerminkan komitmen bersama untuk kerja sama yang lebih terarah dan konkret,” kata Presiden Prabowo dalam keterangan persnya.

Indonesia juga memberikan apresiasi kepada Belarus yang telah merampungkan ratifikasi perjanjian perdagangan bebas dengan Eurasian Economic Union.

Presiden Prabowo menilai terdapat peluang besar bagi pelaku usaha kedua negara untuk membangun joint venture di sektor manufaktur, otomotif, dan agroindustri.

Selain sektor ekonomi, kedua negara sepakat untuk memperkuat kerja sama pengembangan sumber daya manusia melalui kemitraan pendidikan dan pelatihan vokasi.