BeritaPolitik

Prabowo Siap Mediasi, Dorong Dialog AS-Iran Redam Konflik!

79
×

Prabowo Siap Mediasi, Dorong Dialog AS-Iran Redam Konflik!

Sebarkan artikel ini
menlu-sugiono:-presiden-prabowo-siap-jadi-mediator-jika-as-iran-menghendaki
menlu sugiono: presiden prabowo siap jadi mediator jika as iran menghendaki

Jakarta – Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyatakan Presiden RI Prabowo Subianto siap menjadi mediator konflik antara AS-Israel dengan Iran.

Prabowo bersedia menjadi mediator jika kedua belah pihak, AS dan Iran, menghendakinya.

Hal itu disampaikan Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2026).

“Ya, seperti yang disampaikan bahwa jika kedua belah pihak berkeinginan ya Bapak Presiden bersedia untuk menjadi mediator,” kata Sugiono.

“Tetapi kalau misalnya ada pandangan seperti itu ya kita kembalikan kepada mereka,” sambungnya.

Sugiono menekankan Indonesia berharap bisa menjadi jembatan di tengah konflik.

“Yang pasti, Indonesia ingin ada dalam posisi bahwa bagaimana kita bisa menjadi jembatan dari perbedaan menawarkan kesiapan kita dan menawarkan diri kita,” tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menyatakan siap bertolak ke Iran untuk memfasilitasi dialog demi terciptanya kondisi keamanan yang kondusif.

Pemerintah Indonesia menyesalkan gagalnya perundingan AS dan Iran, yang berdampak pada eskalasi militer di Timur Tengah.

Indonesia menyerukan semua pihak menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi.

Pemerintah menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai.

“Pemerintah Indonesia menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi,” demikian pernyataan Kemlu.

Langkah ini mencerminkan komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas global, sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif.

Kementerian Luar Negeri menilai peningkatan ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas kawasan serta perdamaian dan keamanan dunia.

Pemerintah mengimbau WNI di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, serta menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat.