Jakarta – Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan sejumlah mantan presiden, wakil presiden, dan ketua umum partai politik. Pertemuan membahas isu strategis nasional dan global.
Pertemuan berlangsung di Istana Merdeka, Selasa (3/3/2026). Diskusi berlangsung selama empat jam, dimulai pukul 19.30 WIB.
Hadir dalam pertemuan tersebut Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-7 Joko Widodo.
Selain itu, hadir juga mantan wakil presiden Jusuf Kalla, Boediono, dan Ma’ruf Amin.
Ketua umum partai politik seperti Zulkifli Hasan (PAN), Surya Paloh (NasDem), dan Muhaimin Iskandar (PKB) turut hadir.
Mantan Menteri Luar Negeri Hasan Wirajuda mengatakan diskusi menyentuh situasi global pasca eskalasi konflik di Timur Tengah.
Perkembangan perang atau serangan Amerika dan Israel terhadap Iran menjadi perhatian utama.
Presiden Prabowo menyoroti implikasi perubahan geopolitik internasional bagi kebijakan luar negeri Indonesia.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut pertemuan ini untuk bertukar pandangan tentang isu dalam dan luar negeri.
Pertemuan menghasilkan kesepahaman terkait arah kebijakan nasional di tengah dinamika global.
Para tokoh sepakat pentingnya menjaga posisi Indonesia di tengah ketegangan geopolitik dunia.
Indonesia harus tetap mengedepankan politik luar negeri bebas aktif, menjaga stabilitas regional, serta memperkuat ketahanan nasional.
Pertemuan juga menghasilkan komitmen untuk menjaga stabilitas politik dalam negeri.
Prabowo meminta pandangan dan masukan terkait strategi menghadapi tantangan ekonomi, sosial, dan politik.
Sejumlah ketua umum partai politik menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah dalam menghadapi situasi global yang dinamis.
Isu dampak konflik global terhadap ekonomi nasional juga menjadi perhatian.
Pemerintah dan para tokoh sepakat pentingnya langkah antisipatif untuk menjaga daya tahan ekonomi Indonesia. Termasuk stabilitas harga dan ketahanan pangan.







