Ekonomi

Prabowo Instruksikan Percepatan Industri Farmasi dan Kendaraan Nasional

12
×

Prabowo Instruksikan Percepatan Industri Farmasi dan Kendaraan Nasional

Sebarkan artikel ini
2597ab2863e482032fa14ecad167763b.jpg
2597ab2863e482032fa14ecad167763b.jpg

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajaran menteri dan kepala lembaga terkait untuk melakukan percepatan pengembangan industri strategis nasional. Instruksi ini mencakup penguatan sektor farmasi hingga pengembangan industri otomotif lokal, baik mobil maupun motor nasional.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mengoptimalkan agenda hilirisasi di dalam negeri agar berjalan lebih progresif. Presiden menekankan perlunya dukungan penuh dari kementerian terkait untuk menyukseskan target tersebut.

Arahan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Badan Industri Mineral, Brian Yuliarto, usai mengikuti rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (25/6). Brian hadir dalam pertemuan tersebut bersama Direktur Utama PT Pindad yang juga menjabat sebagai Direktur Teknologi Danantara, Sigit Puji Santosa.

Pertemuan antara kepala negara dengan para pejabat terkait berlangsung cukup intensif selama kurang lebih tiga jam. Fokus utama diskusi tertuju pada sinkronisasi program strategis antara pemerintah dan badan pengelola investasi nasional, Danantara.

Intinya adalah percepatan industri hilirisasi yang diminta Bapak Presiden bersama Danantara, ujar Brian saat memberikan keterangan pers.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menyusun berbagai program prioritas. Selain sektor farmasi dan kendaraan listrik, agenda hilirisasi juga akan menyasar sektor budidaya perikanan.

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo juga memberikan mandat khusus kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Menteri diminta untuk menjamin ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten guna memenuhi kebutuhan industri strategis tersebut.

Brian menegaskan bahwa keberhasilan percepatan hilirisasi sangat bergantung pada kesiapan lulusan perguruan tinggi. Tenaga ahli yang dihasilkan harus memiliki kualifikasi yang selaras dengan kebutuhan industri di lapangan.

Kebutuhan tenaga kerja saat ini tidak lagi terbatas pada sektor mineral saja. Sektor-sektor baru seperti kendaraan listrik dan farmasi memerlukan spesialisasi keahlian yang mumpuni.

Kami diminta memastikan jangan sampai nanti industri yang akan diboosting ini kemudian mengalami kekurangan SDM, ataupun SDM-nya nanti tidak sesuai, kata Brian.

Pemerintah menyadari bahwa kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, sinergi antara kementerian teknis dan kementerian pendidikan menjadi kunci dalam menyiapkan ekosistem industri yang mandiri.

Pengembangan industri nasional diharapkan mampu menciptakan nilai tambah bagi ekonomi domestik. Dengan dukungan SDM yang tepat, target pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada produk impor diharapkan dapat tercapai.

Hingga saat ini, pemerintah terus memetakan kebutuhan tenaga kerja teknis di berbagai wilayah. Langkah ini menjadi bagian dari peta jalan besar hilirisasi yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo untuk periode pemerintahannya.