Ecozone

Perkuat Wealth Management, Bank Jago Segera Luncurkan Produk Tabungan Emas

5
×

Perkuat Wealth Management, Bank Jago Segera Luncurkan Produk Tabungan Emas

Sebarkan artikel ini
Tampilan antarmuka aplikasi Bank Jago di ponsel pintar untuk layanan wealth management
Bank Jago akan meluncurkan produk tabungan emas digital untuk memperkuat lini bisnis wealth management.

Jakarta – PT Bank Jago Tbk (ARTO) berencana memperkuat lini bisnis wealth management melalui peluncuran produk tabungan emas digital sebagai diversifikasi instrumen investasi bagi nasabah pada Jumat (7/8/2026).

Dilansir dari laporan internal perusahaan, langkah strategis ini diambil untuk melengkapi pilihan investasi yang ada guna memenuhi kebutuhan pengelolaan kekayaan nasabah sesuai dengan profil risiko masing-masing.

Head of Wealth Management Bank Jago, Nyoman Sukmawati, menyatakan bahwa hingga Juni 2026, perseroan telah mencatat sebanyak 14,7 juta pengguna aplikasi.

Dari total pengguna tersebut, sebanyak 3,6 juta nasabah telah terintegrasi dengan ekosistem investasi Bank Jago, yakni Bibit dan Stockbit.

Nyoman Sukmawati menilai potensi pertumbuhan layanan investasi di Indonesia masih sangat terbuka lebar, mengingat jumlah investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mendekati angka 30 juta hingga semester pertama tahun ini.

Pertumbuhan jumlah nasabah investasi perseroan tercatat naik sekitar 20% dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya yang berada di angka 3 juta pengguna.

“Kami sangat optimis melihat pertumbuhannya, semakin banyak nanti nasabah yang juga akan mulai mencoba melihat, mendiversifikasi investasinya ke produk-produk seperti ini, reksadana, saham dan obligasi,” kata Nyoman Sukmawati.

Hingga semester pertama 2026, komposisi asset under management (AUM) nasabah didominasi oleh instrumen saham dengan porsi 48,4%, diikuti reksa dana sebesar 38,6%, dan obligasi sebesar 13%.

Dalam hal aktivitas transaksi, saham menjadi instrumen paling aktif dengan kontribusi mencapai 88% dari total volume transaksi di ekosistem tersebut.

Perseroan saat ini sedang mematangkan kajian internal, mencari mitra strategis, serta menyelesaikan proses perizinan dengan regulator sebelum produk emas digital tersebut resmi diluncurkan.

“Saat ini kami memang ada mengeksplor terutama di aset emas digital,” ujar Nyoman Sukmawati.

Terkait kinerja keuangan, PT Bank Jago Tbk membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 189 miliar pada semester pertama 2026, atau meningkat 49% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Total aset perseroan tumbuh 28% secara tahunan menjadi Rp 41,4 triliun, didukung oleh pertumbuhan penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK).

Penyaluran kredit tercatat sebesar Rp 26,6 triliun dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross yang terjaga di level 0,8%.

Sementara itu, DPK Bank Jago mencapai Rp 27,6 triliun, dengan dana murah atau current account and savings account (CASA) mendominasi sebesar 53% dari total pendanaan.

Perusahaan juga mencatatkan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) yang kuat di angka 28,4%.

Pengembangan produk baru ini dilakukan berdasarkan masukan nasabah yang dihimpun secara rutin melalui berbagai kanal komunikasi resmi perusahaan.