Berita

Polisi Duga Cuaca Ekstrem Jadi Penyebab Utama Pemadaman Listrik Sumatera

11
×

Polisi Duga Cuaca Ekstrem Jadi Penyebab Utama Pemadaman Listrik Sumatera

Sebarkan artikel ini
1d1d3592a31c932d1a333b56df491ef8.jpg
1d1d3592a31c932d1a333b56df491ef8.jpg

Jakarta – Bareskrim Polri mengindikasikan faktor cuaca ekstrem sebagai penyebab utama peristiwa pemadaman listrik massal (blackout) yang melumpuhkan sebagian besar wilayah Pulau Sumatera pada Jumat, 22 Mei 2026. Gangguan tersebut dilaporkan memicu kerusakan pada sistem transmisi kelistrikan.

Wakil Kepala Bareskrim Polri, Inspektur Jenderal Nunung Syaifuddin, menyatakan bahwa cuaca buruk menyebabkan sistem transmisi keluar dari interkoneksi kelistrikan Sumatera. Kondisi ini memicu ketidakstabilan frekuensi dan tegangan yang berujung pada berhentinya operasional unit pembangkit secara berantai.

“Gangguan dipicu oleh cuaca buruk yang mengakibatkan sistem transmisi terputus dari interkoneksi. Hal ini memicu trip pembangkit secara massal,” ujar Nunung dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin, 25 Mei 2026.

Penyelidikan polisi difokuskan pada titik putus saluran udara tegangan tinggi (SUTET) 175-176 di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan adanya kabel transmisi yang putus, sementara struktur fisik tower transmisi dinyatakan masih dalam kondisi baik.

Menurut keterangan saksi mata di sekitar lokasi kejadian, sempat terdengar dentuman sebelum listrik padam total di wilayah tersebut. Polisi menduga fenomena tersebut berkaitan langsung dengan pengaruh cuaca ekstrem yang memicu tekanan fisik pada infrastruktur transmisi.

Saat ini, tim gabungan yang melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri dan PT PLN tengah mendalami penyebab spesifik putusnya kabel tersebut. Otoritas kepolisian memeriksa beberapa kemungkinan, mulai dari faktor mekanik akibat tarikan angin kencang, efek panas pada sambungan, hingga goyangan ekstrem pada kabel.

Sampel kabel yang terputus telah diamankan oleh tim Puslabfor untuk dianalisis lebih mendalam. Investigasi ini dilakukan guna memastikan penyebab teknis kegagalan sistem yang berdampak luas pada pasokan listrik di berbagai provinsi, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, hingga sebagian Sumatera Selatan.

Sebelumnya, PT PLN menyatakan bahwa cuaca buruk telah menyebabkan gangguan fatal pada gardu induk dan sistem transmisi di wilayah Sumatera bagian selatan, tengah, dan utara. Pemadaman tersebut berlangsung masif dan mengganggu aktivitas fasilitas publik serta rumah tangga di wilayah terdampak.