Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih menunjukkan tren pelemahan pada perdagangan tengah hari, Senin (25/5/2026). Hingga pukul 12.08 WIB, mata uang Garuda tercatat berada di level Rp 17.723 per dolar AS atau terkoreksi tipis sebesar 0,06% dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di posisi Rp 17.717 per dolar AS.
Kondisi ini membuat rupiah menjadi satu-satunya mata uang di kawasan Asia yang harus mengakui keunggulan mata uang Paman Sam pada perdagangan siang ini.
Di sisi lain, mayoritas mata uang negara tetangga justru berhasil mencatatkan penguatan di hadapan dolar AS. Baht Thailand memimpin penguatan dengan apresiasi sebesar 0,77%, disusul oleh won Korea yang menguat 0,63% dan peso Filipina sebesar 0,49%.
Selain itu, mata uang Asia lainnya juga bergerak di zona hijau, seperti dolar Taiwan yang menguat 0,45%, rupee India 0,39%, ringgit Malaysia 0,30%, serta dolar Singapura 0,24%. Tren positif ini juga diikuti oleh yuan China, yen Jepang, dan dolar Hong Kong yang kompak menguat meski dalam rentang yang lebih terbatas.
Berbanding terbalik dengan pergerakan mata uang regional, indeks dolar yang mengukur performa dolar AS terhadap mata uang utama dunia justru terpantau melemah ke level 99. Angka ini turun dibandingkan posisi sebelumnya yang berada di level 99,23.







