Berita

Pidato Prabowo di PBB Tuai Pujian Pemimpin Dunia

170
×

Pidato Prabowo di PBB Tuai Pujian Pemimpin Dunia

Sebarkan artikel ini
bc974d8943111897ec008637558ae5a5.jpg
bc974d8943111897ec008637558ae5a5.jpg

Bogor – Presiden RI Prabowo Subianto menuai respons positif dari para pemimpin dunia setelah menyampaikan pidato pada sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9) waktu setempat. Pidato Prabowo menyoroti keberhasilan Indonesia dalam mewujudkan swasembada beras, seruan untuk perdamaian dunia, serta penegasan solusi dua negara bagi konflik Palestina.

Setelah berpidato di hadapan para kepala negara, kepala pemerintahan, dan delegasi dari hampir seluruh negara di dunia, Prabowo langsung dikerubungi sejumlah pemimpin dunia.

Raja Yordania Abdullah II dan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva terlihat menyalami dan memberikan ucapan selamat kepada Prabowo. Mereka menyampaikan apresiasi atas pesan-pesan kuat yang disampaikannya.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa perdamaian, kemakmuran, dan kemajuan harus menjadi hak semua, bukan hak istimewa segelintir pihak. Ia menyerukan tindakan nyata untuk memperjuangkan tatanan multilateral yang adil.

“Kita harus bertindak sekarang. Kita harus memperjuangkan tatanan multilateral di mana perdamaian, kemakmuran, dan kemajuan bukan hak istimewa segelintir, melainkan hak semua,” kata Prabowo. “Dengan PBB yang kuat, kita bisa membangun dunia di mana yang lemah tidak menderita karena kelemahannya, tetapi hidup dengan keadilan yang layak mereka terima.”

Selain itu, Presiden juga kembali menegaskan posisi Indonesia terkait solusi dua negara untuk konflik Palestina. Indonesia berkomitmen pada pembentukan Palestina yang merdeka, sembari mengakui dan menjamin keselamatan serta keamanan Israel.

“Kita harus memiliki Palestina yang merdeka, tetapi kita juga harus mengakui dan menjamin keselamatan serta keamanan Israel. Hanya dengan itu kita bisa mendapatkan perdamaian sejati, perdamaian tanpa kebencian, perdamaian tanpa kecurigaan. Satu-satunya solusi adalah solusi dua negara,” tegas Kepala Negara.

Prabowo menyampaikan pidato pada Sidang Majelis Umum PBB (UNGA) pada urutan ketiga, setelah Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut kehadiran Prabowo menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menegaskan peran aktifnya di forum multilateral tertinggi dunia.