Berita

Pertamina Targetkan SAF 2026, Industri Penerbangan Siap Kolaborasi

139
×

Pertamina Targetkan SAF 2026, Industri Penerbangan Siap Kolaborasi

Sebarkan artikel ini
pertamina-patra-niaga-saf-forum,-dorong-kolaborasi-nasional-menuju-langit-rendah-emisi
pertamina patra niaga saf forum, dorong kolaborasi nasional menuju langit rendah emisi

Jakarta – Pertamina Patra Niaga menargetkan penggunaan bahan bakar aviasi berkelanjutan (SAF) mulai tahun 2026. Target ini diumumkan dalam forum Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF) Forum 2025.

Forum yang digelar di Jakarta pada Kamis (16/10) ini, menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, industri energi, maskapai, produsen pesawat, dan lembaga sertifikasi.

Direktur Bioenergi Kementerian ESDM, Edi Wibowo, menyatakan pengembangan SAF adalah langkah nyata transisi energi nasional menuju Net Zero Emission 2060.

“Saat ini sedang disusun regulasi penahapan implementasi SAF, yang diusulkan dapat dimulai tahun 2026 dengan tahap awal implementasi sebesar 1%,” ujar Edi.

Implementasi awal akan mengacu pada mekanisme mass balance melalui sertifikasi rantai suplai (skema CORSIA) untuk penerbangan internasional dari Jakarta dan Denpasar. Pemerintah menargetkan peningkatan bertahap hingga 5% pada 2035.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menegaskan komitmen perusahaan sebagai penggerak utama rantai pasok SAF nasional.

“Pertamina SAF bukan hanya tentang penyediaan bahan bakar aviasi ramah lingkungan, ini adalah National Movement,” kata Mars Ega.

Menurutnya, rantai pasok dan penyediaan SAF mampu menggerakkan ekonomi sirkular masyarakat. Indonesia memiliki keunggulan sebagai salah satu penghasil minyak jelantah terbesar, dan SAF menjadi solusi untuk mengubah limbah menjadi energi berkelanjutan.

Pertamina Patra Niaga telah meraih sertifikasi ISCC CORSIA dan ISCC EU untuk Aviation Fuel Terminal di Bandara Soekarno-Hatta dan Ngurah Rai.

Pada 2025, perusahaan juga sukses memasok SAF berbasis minyak jelantah untuk Pelita Air di Bandara Soekarno-Hatta, serta memperluas sertifikasi ke Bandara Halim Perdanakusuma.

Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, menyatakan kolaborasi dengan Pertamina adalah langkah strategis menuju penerbangan rendah emisi. “Inisiatif ini sejalan dengan dorongan ICAO melalui CORSIA agar Indonesia bertransformasi menuju bahan bakar penerbangan berkelanjutan,” ungkap Denon.