Berita

Pertamina Berdayakan Petani Indramayu dengan Mesin Produksi Pakan

90
×

Pertamina Berdayakan Petani Indramayu dengan Mesin Produksi Pakan

Sebarkan artikel ini
pertamina-tidak-hanya-fokus-pada-sektor-energi
pertamina tidak hanya fokus pada sektor energi

Indramayu – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat memberikan bantuan mesin produksi pelet kepada Kelompok Tani Ragem Jaya Tegalurung, Minggu (21/9/2025). Bantuan ini bertujuan untuk mendukung usaha peternakan dan perikanan kelompok tani setempat.

Mesin produksi pelet diharapkan dapat membantu kelompok tani memproduksi pakan secara mandiri. Langkah ini diharapkan mampu menekan biaya produksi.

Kuwu Desa Tegalurung, Abdullah, mengapresiasi bantuan Pertamina. Ia berharap bantuan ini memberikan manfaat besar bagi kelompok tani dan masyarakat desa.

Area Manager Communication, Relation & CSR Regional JBB Pertamina, Susanto August Satria, menyatakan kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.

“Kami ingin memastikan kehadiran Pertamina tidak hanya dalam sektor energi, tetapi juga dalam pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Acara serah terima bantuan ini dihadiri oleh 34 peserta. Mereka berasal dari Pemerintah Desa Tegalurung, Kelompok Tani Ragem Jaya, Politeknik Negeri Indramayu, dan tim IT Balongan.

Dosen Politeknik Negeri Indramayu, Emin Haris, menyoroti peran dunia pendidikan dalam mendukung kegiatan ini. Ia berharap mahasiswa terus mendampingi kelompok tani agar pemanfaatan mesin dapat optimal.

Pertamina berharap bantuan ini menjadi langkah awal kolaborasi berkelanjutan. Tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak di Tegalurung.

Inisiatif ini sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan (SDGs). Fokusnya mendukung poin tanpa kelaparan, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta kemitraan untuk mencapai tujuan.

4fb76b8b4aa755bc7bbd323df2792608.jpg
Berita

Fenesia-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan rebound atau kembali menguat hingga menyentuh level 8.000 seiring membaiknya fundamental ekonomi nasional dan kinerja perusahaan. Hal itu disampaikan Purbaya menanggapi pergerakan IHSG yang kembali naik setelah sempat berada di kisaran 5.900, Purbaya menilai pergerakan pasar saham pada akhirnya akan ditopang oleh fundamental perusahaan…