Jakarta – PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) resmi menggandeng Huawei Cloud untuk mendukung infrastruktur platform over the top (OTT) terbaru mereka, FolaPlay. Kemitraan ini dipersiapkan sebagai tulang punggung teknis dalam menyiarkan ajang Piala Dunia 2026 atau FIFA World Cup 2026 di Indonesia.
Melalui kolaborasi ini, Huawei Cloud menyediakan layanan cloud computing kelas enterprise, server yang mampu menyesuaikan diri secara dinamis terhadap lonjakan trafik, serta jaringan content delivery network (CDN). Dukungan tersebut krusial untuk menjaga stabilitas koneksi bagi lebih dari 270 juta penonton di tanah air.
Arsitektur teknis tersebut dirancang khusus untuk mengantisipasi lonjakan trafik saat pertandingan besar, terutama pada fase semifinal dan final yang diprediksi akan menjadi puncak konsumsi streaming.
Direktur Huawei Cloud Indonesia Partner Ecosystem, Melody Ma, menegaskan bahwa pengalaman mereka dalam menangani streaming skala masif di pasar global akan dimaksimalkan untuk FolaPlay. Pihaknya berkomitmen memastikan penonton di Indonesia dapat menikmati siaran tanpa kendala teknis.
FolaPlay akan beroperasi sebagai mitra resmi TVRI selaku pemegang hak siar FIFA World Cup 2026. Platform ini berfungsi sebagai ekstensi digital yang memungkinkan masyarakat mengakses seluruh pertandingan secara langsung melalui berbagai perangkat, mulai dari smartphone, tablet, hingga smart TV.
Direktur Utama IRSX, Subioto Jingga, menyatakan bahwa langkah ini diambil guna memenuhi ekspektasi tinggi masyarakat terhadap kualitas layanan streaming olahraga kelas dunia. Menurutnya, FolaPlay dibangun dengan standar teknologi internasional untuk memberikan pengalaman menonton yang optimal.
Guna memperkuat ekosistem teknis secara menyeluruh, Folago saat ini juga tengah merampungkan sejumlah kemitraan strategis dengan mitra teknologi global lainnya. Pengumuman terkait kerja sama tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat.
Adapun kerja sama antara Folago dan TVRI ini merupakan transaksi komersial independen. Skema ini dijalankan secara mandiri oleh kedua entitas guna memperluas jangkauan siaran Piala Dunia 2026 ke berbagai platform digital modern.







