Solo – Manajemen Persis Solo segera melakukan restrukturisasi besar-besaran setelah klub tersebut resmi terdegradasi dari Super League musim 2025/2026. Langkah ini diambil sebagai upaya evaluasi menyeluruh terhadap kegagalan tim bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Direktur PT Persis Solo Saestu (PSS), Ginda Ferachtriawan, menyatakan bahwa pihaknya akan segera melaporkan kondisi internal klub kepada pemilik dan komisaris. Laporan tersebut nantinya menjadi landasan utama untuk menentukan langkah strategis klub pada musim depan.
Evaluasi Menyeluruh
Ginda memastikan bahwa perombakan akan menyentuh seluruh lini, mulai dari struktur manajemen kantor, staf pelatih, hingga komposisi pemain. Meski kontrak pemain Liga 1 telah berakhir seiring dengan selesainya kompetisi bulan ini, manajemen memastikan tidak akan ada jeda panjang untuk berlarut dalam keterpurukan.
Kami akan melakukan evaluasi total. Mulai dari restrukturisasi kantor hingga peninjauan kembali posisi staf pelatih dan pemain. Semua keputusan mengenai siapa yang dipertahankan atau diganti akan menunggu arahan dari pemilik klub, ujar Ginda.
Permohonan Maaf kepada Suporter
Dalam surat terbuka yang ditujukan kepada para pendukung, Ginda menyampaikan penyesalan mendalam atas hasil yang dicapai musim ini. Ia mengakui bahwa degradasi menjadi pukulan berat bagi seluruh elemen klub dan masyarakat Solo.
Menurut Ginda, kekecewaan suporter adalah cerminan kegagalan manajemen dalam menjaga kebanggaan kota. Meski demikian, ia mengajak pendukung untuk tidak larut dalam kesedihan dan menjadikannya sebagai motivasi untuk bangkit di musim kompetisi mendatang.
Kami jatuh bersama hari ini. Namun, saya yakin dengan dukungan suporter, Persis akan kembali dengan mentalitas yang jauh lebih kuat dan kembali ke tempat yang seharusnya, tegasnya.
Manajemen menargetkan pertemuan dengan komisaris dan pemilik klub akan dilakukan sesegera mungkin pada pekan ini. Langkah ini diambil agar persiapan untuk musim depan dapat segera dilakukan dengan lebih terukur dan matang.







