Jakarta – OpenAI resmi meluncurkan GPT-Live, model kecerdasan buatan berbasis suara yang mengadopsi arsitektur full-duplex.
Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk mendengarkan dan berbicara dengan AI secara bersamaan.
Terobosan tersebut menciptakan percakapan yang jauh lebih realistis dan responsif.
Bahkan, AI kini mampu meniru perilaku menyimak manusia, seperti bergumam “mhmm” saat merespons lawan bicara.
“Kami meluncurkan GPT-Live, generasi baru model suara yang membuat interaksi dengan AI terasa jauh lebih seperti percakapan sungguhan,” tulis OpenAI dalam blog resminya, Rabu (8/7).
Perusahaan mengklaim GPT-Live sebagai model suara tercerdas yang pernah dikembangkan dengan fondasi arsitektur GPT-5.5.
Sistem ini dirancang untuk mendelegasikan tugas kompleks, seperti pencarian web atau penalaran mendalam, kepada model lain di balik layar.
OpenAI memastikan proses tersebut berjalan tanpa memutus alur komunikasi.
“Sambil bekerja, GPT-Live dapat terus berbicara dengan Anda dan menjaga alur percakapan,” tambah pihak perusahaan.
GPT-Live hadir dalam dua varian, yaitu GPT-Live-1 dan GPT-Live-1 mini, yang akan segera tersedia untuk integrasi API.
Kehadiran fitur ini memperkuat posisi OpenAI sebagai pesaing utama Gemini Live milik Google.
Sejumlah analis menilai GPT-Live selangkah lebih maju karena menawarkan keluwesan respons yang lebih unggul dibandingkan kompetitornya.
Keunggulan lain GPT-Live terletak pada kemampuan menyajikan hasil visual serta koordinasi lintas model yang membuat obrolan tetap mengalir tanpa hambatan.







