Jakarta – Persija Jakarta mengusung misi balas dendam saat menjamu Semen Padang pada laga pamungkas BRI Super League 2025/26 di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (23/5/2026). Macan Kemayoran bertekad menutup musim dengan kemenangan sekaligus membayar kekalahan pada pertemuan putaran pertama.
Meski posisi Persija di peringkat ketiga klasemen sudah tidak tergoyahkan, pelatih Mauricio Souza tetap menuntut performa maksimal dari anak asuhnya. Kemenangan di laga terakhir menjadi harga mati bagi Persija untuk memberikan kado manis bagi para pendukung setianya, Jakmania.
Motivasi Persija semakin berlipat mengingat mereka sempat takluk 0-1 dari Kabau Sirah di Stadion Haji Agus Salim, Padang, pada awal musim. Hasil negatif tersebut membuat laga penutup ini menjadi kesempatan bagi Persija untuk memperbaiki catatan pertemuan sekaligus mengamankan poin penuh di kandang sendiri.
Saat ini, Persija telah mengumpulkan 68 poin, sebuah rekor bagi klub di era Liga 1. Meski musim telah berjalan panjang dan cukup menguras fisik, Souza memastikan mentalitas tim tetap terjaga untuk meraih kemenangan.
Dalam pertandingan ini, Souza memberikan sinyal akan melakukan rotasi pemain. Kesempatan bermain akan diberikan kepada sejumlah penggawa yang selama ini jarang diturunkan namun telah bekerja keras dalam sesi latihan.
Mauricio Souza menekankan bahwa penyesuaian strategi ini dilakukan agar seluruh pemain yang berkontribusi sepanjang musim mendapatkan menit bermain. Ia berharap tim mampu menampilkan performa terbaik seperti yang telah mereka tunjukkan di sepanjang kompetisi.
Pertandingan di JIS ini akan menjadi penentu akhir perjalanan kedua tim di kompetisi musim ini. Publik kini menanti apakah Persija mampu membalaskan dendamnya atau justru Semen Padang yang akan mencuri poin di ibu kota.







