FeedSport

Persib Bandung Juara Meski Poin Sama dengan Borneo FC

12
×

Persib Bandung Juara Meski Poin Sama dengan Borneo FC

Sebarkan artikel ini
f0514d470189adc68cc8c2a7de108f39.jpg
f0514d470189adc68cc8c2a7de108f39.jpg

Bandung – Regulasi head-to-head menjadi penentu utama keberhasilan Persib Bandung meraih gelar juara Super League musim 2025/2026. Meski memiliki kolektivitas gol yang lebih rendah dibandingkan pesaing terdekatnya, Maung Bandung berhak mengangkat trofi berkat keunggulan rekor pertemuan atas Borneo FC.

Persib resmi mengunci gelar juara setelah mengakhiri laga terakhir dengan skor imbang 0-0 melawan Persijap Jepara pada Sabtu (23/5). Hasil ini membuat perolehan poin Persib tertahan di angka 79, jumlah yang sama dengan Borneo FC yang pada waktu bersamaan menang telak 7-1 atas Malut United.

Secara statistik, Borneo FC sebenarnya tampil lebih tajam dengan selisih gol +43, sementara Persib hanya mencatatkan +39. Namun, aturan kompetisi menempatkan rekor head-to-head di atas selisih gol dalam penentuan klasemen akhir jika poin yang diraih kedua tim identik.

Persib tercatat unggul mutlak atas Borneo FC dalam duel musim ini. Skuad asuhan pelatih Persib berhasil mengalahkan Borneo FC 3-1 pada putaran pertama di Bandung, dan bermain imbang 1-1 pada putaran kedua. Berkat regulasi tersebut, Persib mencetak sejarah dengan meraih gelar juara liga tiga kali berturut-turut atau hattrick.

Dampak dari penerapan aturan head-to-head ini juga dirasakan di papan bawah klasemen yang berujung pada nasib tragis Persis Solo. Mereka resmi terdegradasi ke Liga 2 setelah mengakhiri musim dengan 34 poin, jumlah yang sama dengan PSM Makassar.

Persis harus rela turun kasta karena kalah dalam rekor pertemuan langsung melawan PSM Makassar. Dalam dua laga musim ini, Persis menelan kekalahan 3-4 di laga kandang dan hanya mampu bermain imbang 1-1 saat melawat ke markas PSM.

Berdasarkan aturan klasifikasi Super League, poin tetap menjadi acuan utama. Namun, saat terjadi kesamaan poin, otoritas liga menggunakan urutan prioritas yaitu poin head-to-head, selisih gol head-to-head, jumlah gol head-to-head, baru kemudian disusul oleh selisih gol dan total gol yang dicetak sepanjang musim.

cac058edd01046320c62d72f08d9c4e4.jpg
FeedSport

Ringkasan Berita: Masa pengabdian Pep Guardiola yang selama ini telah mengabdi 10 tahun sebagai Manchester City resmi berakhir. Laga melawan Aston Villa pada pekan terakhir Liga Inggris, Minggu (24/5/2026) akan menjadi momen pamungkas Guardiola sebagai pelatih The Citizens. Setidaknya ada 20 trofi dan berbagai rekor bersejarah telah diukir Guardiola di Stadion Etihad. Pelatih asal Spanyol itupun meminta semua orang untuk tidak menanyakan alasan…