Berita

ASITA Sumbar Desak Pemerintah Percepat Pemulihan Akses Jalan Lembah Anai

9
×

ASITA Sumbar Desak Pemerintah Percepat Pemulihan Akses Jalan Lembah Anai

Sebarkan artikel ini
asita-sumatera-barat-minta-kepastian-akses-jalan-lembah-anai
asita sumatera barat minta kepastian akses jalan lembah anai

Padang – Dewan Pengurus Daerah (DPD) ASITA Sumatera Barat mendesak pemerintah untuk segera menuntaskan perbaikan akses jalan utama di Lembah Anai. Hingga saat ini, jalur tersebut belum dapat dilalui bus pariwisata pascabencana alam pada akhir November lalu.

Di sisi lain, asosiasi ini memberikan apresiasi terhadap langkah tegas kepolisian dalam memberantas praktik pungutan liar yang sempat meresahkan di kawasan tersebut.

Ketua DPD ASITA Sumbar, Nadirsyah Bakri, menegaskan bahwa Lembah Anai merupakan magnet wisata yang sangat vital bagi paket perjalanan di Sumatera Barat. Ketiadaan akses bagi bus besar membuat pelaku industri pariwisata kesulitan dalam menyusun jadwal kunjungan yang pasti bagi para wisatawan.

“Lembah Anai sudah menjadi bagian dari destinasi wisata itu sendiri. Pengalaman melintasi kawasan ini adalah magnet utama dalam paket wisata Sumatera Barat,” ujar Nadirsyah.

Dampak dari terputusnya akses ini dirasakan langsung oleh para operator tur. Wakil Ketua I DPD ASITA Sumbar, Rezky Januar, mengungkapkan bahwa banyak reservasi wisatawan terpaksa dibatalkan akibat pengalihan rute melalui jalur alternatif Sitinjau Lauik.

Rezky menjelaskan, pengalihan rute tersebut memberikan beban tambahan bagi pelaku usaha. Menurutnya, kondisi ini tidak hanya meningkatkan biaya operasional dan memperpanjang waktu tempuh, tetapi juga menimbulkan risiko keselamatan yang lebih tinggi bagi kendaraan wisata.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPD ASITA Sumbar, Hanif, menyoroti adanya isu diskriminasi akses kendaraan yang memicu keresahan. Ia mendesak pemerintah memberikan kepastian regulasi yang transparan demi menjaga kepercayaan pasar.

“Kami berharap pemerintah memberikan kepastian kebijakan yang adil dan transparan. Langkah ini penting untuk menjaga kepercayaan wisatawan serta mitra perjalanan yang selama ini menjadikan Sumatera Barat sebagai destinasi unggulan,” tutur Hanif.

Sebagai solusi jangka pendek, ASITA mengusulkan adanya kebijakan khusus atau kemudahan akses bagi kendaraan pariwisata milik anggota asosiasi. Langkah ini diharapkan mampu memulihkan arus kunjungan wisata di Sumatera Barat sebelum akses jalan kembali dibuka secara normal.