Ecozone

IHSG Terkoreksi Tajam 6,63 Persen Selama Perdagangan Sepekan

8
×

IHSG Terkoreksi Tajam 6,63 Persen Selama Perdagangan Sepekan

Sebarkan artikel ini
0fd29f6c4a98dfdf617763961972d374.jpg
0fd29f6c4a98dfdf617763961972d374.jpg

Jakarta – Optimisme terhadap pemulihan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat meski indeks sepanjang pekan ini tertekan dengan pelemahan sebesar 6,63 persen. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini pasar saham nasional akan kembali bangkit pekan depan seiring dengan fundamental ekonomi yang tetap kokoh.

Dalam sepekan, IHSG tercatat turun dari level 6.599,24 pada Senin (18/5/2026) menjadi 6.162,05 pada Jumat (22/5/2026). Meski sempat menyentuh level terendah tahun ini di angka 5.976,07 pada perdagangan Jumat pagi, indeks berhasil rebound sebesar 1,1 persen dari penutupan hari sebelumnya.

Menurut Purbaya, penurunan ini bersifat sementara. Ia mengimbau para pelaku pasar untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh sentimen sesaat, karena fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih dalam kondisi baik.

Secara teknikal, pergerakan IHSG pekan ini memang dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal dan internal. Penjabat sementara Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menyebut tingginya ketidakpastian pasar global menjadi pemicu utama.

Jeffrey menjelaskan bahwa koreksi IHSG sejalan dengan kondisi pasar Asia yang mengalami tekanan selama periode libur panjang. Sejumlah faktor eksternal seperti fluktuasi harga komoditas, ketidakpastian nilai tukar global, serta ketegangan di Timur Tengah menjadi pemberat utama pergerakan saham.

Selain faktor eksternal, tekanan pada IHSG juga dipicu oleh aksi rebalancing yang dilakukan oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI). Langkah MSCI yang mengeluarkan sejumlah saham Indonesia dari indeks global turut memberikan sentimen negatif bagi para investor.

Selain itu, pasar sempat mengalami koreksi cukup dalam pada 19 Mei lalu, sesaat sebelum pengumuman pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia sebagai pengendali ekspor komoditas sumber daya alam. Saham-saham sektor pertambangan, minyak dan gas, hingga perkebunan kelapa sawit menjadi sektor yang paling terdampak dalam pelemahan pekan ini.

Menanggapi dinamika pasar tersebut, otoritas bursa terus mengingatkan investor agar tidak panik dalam mengambil keputusan. Investor disarankan untuk tetap fokus pada analisis fundamental, mencermati kondisi perusahaan, dan menyelaraskan strategi investasi dengan profil risiko masing-masing.

2bb78fd35e337915e2171ed3fc8bc295.jpg
Ecozone

Fenesia-JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperluas cakupan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) guna memperbesar kapasitas perbankan dalam mendorong pertumbuhan kredit di tengah tekanan likuiditas dan tingginya suku bunga. Melalui kebijakan terbaru, BI melonggarkan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dengan memperluas cakupan serta memperkuat kriteria surat berharga korporasi dan surat berharga syariah korporasi yang dimiliki maupun…

bd875fedd192bfe31f09e0e9ca4a03d8.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menilai pelonggaran Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) oleh Bank Indonesia (BI) dapat memperkuat fleksibilitas pengelolaan likuiditas perbankan di tengah tekanan suku bunga dan kebutuhan ekspansi kredit. Sebagaimana diketahui, BI memperluas cakupan surat berharga korporasi dan surat berharga syariah korporasi yang dapat diperhitungkan dalam komponen RIM. Kebijakan ini…