FeedSport

Persib Bandung Larang Bobotoh Nyalakan Flare pada Laga Pamungkas

11
×

Persib Bandung Larang Bobotoh Nyalakan Flare pada Laga Pamungkas

Sebarkan artikel ini
81a58e7ad80460c7503f46c19037b9c6.jpg
81a58e7ad80460c7503f46c19037b9c6.jpg

Bandung – Pihak kepolisian dan manajemen Persib Bandung memperketat pengamanan jelang laga pamungkas BRI Super League 2025/2026 antara Persib Bandung melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5). Fokus utama pengamanan ini adalah pencegahan masuknya benda berbahaya, terutama suar (flare) dan petasan ke dalam stadion.

Karo Ops Polda Jabar, Kombes Pol Laode Aries, menegaskan pihaknya akan menerapkan sistem pengamanan empat lapis. Pemeriksaan ketat akan dilakukan mulai dari area luar stadion hingga akses masuk menuju tribun penonton.

Barang-barang seperti flare, kembang api, hingga benda yang berpotensi dilempar ke lapangan dilarang keras dibawa masuk. Selain itu, petugas juga tidak mengizinkan penonton membawa minuman dalam kemasan botol plastik maupun kaleng ke area tribun.

Manajemen Persib Bandung melalui Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, mendukung penuh langkah tegas tersebut. Ia meminta Bobotoh untuk menahan diri dan tidak menyalakan flare maupun petasan, baik selama pertandingan berlangsung maupun saat prosesi angkat piala jika Persib keluar sebagai juara.

Menurut Adhitia, penggunaan flare tidak hanya melanggar regulasi, tetapi juga mengganggu jalannya siaran pertandingan dan kenyamanan penonton di stadion. Asap dan minimnya jarak pandang akibat flare dinilai dapat merusak kualitas tayangan visual acara.

Meski memahami bahwa flare kerap dianggap sebagai bagian dari kultur suporter, pihak manajemen memohon pengertian Bobotoh untuk menghormati seluruh rangkaian acara resmi. Adhitia mempersilakan suporter untuk melakukan perayaan besar, seperti pawai atau konvoi, di luar area stadion setelah seluruh rangkaian prosesi penyerahan trofi berakhir.

Langkah ini diambil demi menjaga kondusivitas serta memastikan pertandingan penentuan gelar juara tersebut berjalan dengan tertib, aman, dan tanpa kendala teknis yang disebabkan oleh aksi suporter di dalam stadion.