Ecozone

Pasar Soroti Kebijakan Ekspor Satu Pintu, IHSG Bidik Level 6.250

13
×

Pasar Soroti Kebijakan Ekspor Satu Pintu, IHSG Bidik Level 6.250

Sebarkan artikel ini
e0c9850d3f025e2c384d35c922991bf1.jpg
e0c9850d3f025e2c384d35c922991bf1.jpg

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak variatif pada perdagangan Kamis (21/5/2026) di tengah konsolidasi pasar usai mencermati kebijakan ekonomi pemerintah dan keputusan moneter Bank Indonesia. Indeks diperkirakan berada pada level support 6.200–6.250 dengan resistance di angka 6.400–6.450.

Sentimen pasar saat ini terfokus pada arah kebijakan fiskal pemerintah yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027. Salah satu poin strategis yang menjadi sorotan adalah rencana pembentukan badan di bawah Danantara yang akan memusatkan ekspor komoditas seperti CPO, batu bara, dan mineral sebagai pengekspor tunggal.

Rencana sentralisasi tata niaga ekspor ini memicu reaksi beragam di lantai bursa, terutama pada saham-saham sektor komoditas. Investor saat ini masih menanti kejelasan lebih lanjut mengenai mekanisme implementasi badan baru tersebut.

Di sektor moneter, keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% menjadi perhatian utama. Angka ini melampaui ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan kenaikan di level 5%. Kebijakan agresif ini diambil BI untuk menjaga stabilitas Rupiah di tengah tekanan eksternal dan domestik, termasuk fluktuasi harga minyak dunia dan defisit APBN.

Respons pasar terhadap kenaikan suku bunga terlihat pada pergerakan Rupiah yang menguat sebesar 0,29% ke level Rp17.654. Di sisi lain, Presiden juga telah memberikan instruksi kepada bank-bank Himbara untuk menurunkan suku bunga kredit bagi pelaku usaha kecil guna mendorong pertumbuhan ekonomi sektor riil.

Sebelumnya, pada perdagangan Rabu (20/5/2026), IHSG ditutup melemah 0,82% ke level 6.318,50. Tekanan jual mendominasi pasar saat investor merespons dinamika kebijakan pemerintah dan langkah pengetatan moneter dari Bank Indonesia.

Pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati sektor-sektor yang sensitif terhadap kebijakan pemerintah, terutama perbankan dan emiten komoditas. Sektor yang berorientasi domestik dinilai cenderung lebih stabil dalam menghadapi dinamika kebijakan saat ini.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.

ff19ef01327add53edf8af2320f187f0.jpg
Ecozone

Fenesia – NEW YORK. Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Rabu (20/5/2026), setelah tekanan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) dan harga minyak mulai mereda. Pelaku pasar juga terus mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah, terutama perang Iran, yang dinilai berpotensi memengaruhi arah inflasi dan suku bunga global. Mengutip Reuters, harga spot emas naik 1,1% ke level US$ 4.531,99 per ons troi pada pukul…

ff5c745094304f1f8732a03071131452.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Tekanan yang dihadapi emiten-emiten pertambangan mineral dan batubara (minerba) seolah tak kunjung berhenti. Di saat harga sejumlah komoditas utama tambang berada dalam tren positif, emiten di sektor ini justru diterpa oleh sentimen ketidakpastian regulasi. Baru-baru ini, pemerintah membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ekspor baru bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) untuk memperkuat tata kelola komoditas…

318c1d3376bdfeb9e0cae93f67e33022.jpg
Ecozone

Fenesia – Bursa saham Amerika Serikat bergerak menguat pada perdagangan Rabu (20/5/2026), dipimpin penguatan saham-saham teknologi dan semikonduktor menjelang rilis laporan keuangan Nvidia yang dinilai menjadi indikator penting kekuatan permintaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Melansir Reuters pukul 09.51 waktu New York, indeks Dow Jones Industrial Average naik 32,63 poin atau 0,07% ke level 49.396,51. Indeks S&P 500…

4adaffbee6bc8002cec0f62cf94483bc.jpg
Ecozone

Pasar saham di Indonesia gak bisa dipisahkan dari pergerakan IHSG. Saat indeks ini naik atau turun, banyak saham ikut bergerak mengikuti arah pasar. Karena itu, memahami pengaruh IHSG terhadap saham penting banget buat kamu yang ingin mulai investasi. IHSG sering dijadikan acuan utama untuk melihat kondisi pasar modal Indonesia. Bahkan, banyak inve…