BeritaPemerintahan

Pemerintah Rampungkan 60 Huntap bagi Penyintas Bencana di Tanah Datar

20
×

Pemerintah Rampungkan 60 Huntap bagi Penyintas Bencana di Tanah Datar

Sebarkan artikel ini

Saat ini, pemerintah sedang menggenjot pembangunan kawasan huntap terpadu di Nagari Rambatan.

Huntap Tanah Datar

Batusangkar – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera telah merampungkan pembangunan 60 unit hunian tetap (huntap) di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Langkah ini diambil sebagai upaya vital pemerintah dalam memulihkan kondisi kehidupan masyarakat pascabanjir bandang dan bencana hidrometeorologi.

Saat ini, pemerintah sedang menggenjot pembangunan kawasan huntap terpadu di Nagari Rambatan.

Sebanyak 79 unit hunian tambahan ditargetkan rampung dalam dua bulan mendatang guna menjamin seluruh penyintas memiliki tempat tinggal yang aman serta layak huni.

Dedi Burzal, seorang warga terdampak bencana, menyampaikan rasa syukurnya atas ketersediaan fasilitas tersebut. Menurutnya, hunian yang nyaman dan lengkap ini memberikan kepastian bagi warga untuk menata kembali kehidupan setelah kehilangan tempat tinggal akibat bencana.

Hal itu disampaikannya karena hunian tersebut dinilai sangat membantu warga untuk memulai kembali aktivitas sehari-hari.

Dalam upaya mendukung pemulihan jangka panjang, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum mengucurkan anggaran sebesar Rp897 miliar untuk rehabilitasi infrastruktur di Tanah Datar hingga 2026.

Dana tersebut difokuskan pada perbaikan jalan, saluran air, jaringan irigasi, serta sarana pendukung lainnya guna menopang aktivitas masyarakat.

Sektor pertanian juga mendapatkan perhatian khusus dengan alokasi dana sebesar Rp52 miliar. Anggaran ini difokuskan untuk pemulihan lahan serta jaringan irigasi sebagai langkah membangkitkan produktivitas pertanian dan menjaga ketahanan pangan daerah.

Secara terpisah, BNPB bersama BPBD Kabupaten Tanah Datar telah mengalokasikan anggaran senilai Rp112 miliar.

Dana tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan dua jembatan di Singgalang dan Tanjung Alam, sekaligus untuk perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan.

Pemerintah juga menargetkan akses jalan nasional di kawasan Lembah Anai dapat berfungsi secara penuh pada akhir Juli 2026. Langkah ini krusial guna memastikan kelancaran mobilitas warga dan distribusi logistik.

Guna memitigasi risiko bencana di masa depan, pembangunan sepuluh unit sabo dam terus dikebut. Saat ini, dua unit telah selesai dikerjakan, sementara delapan unit lainnya masih dalam tahap penyelesaian.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menegaskan bahwa pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat agar seluruh program rehabilitasi berjalan tepat sasaran. Ia memastikan komitmen penuh pemerintah untuk mempercepat pemulihan sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.

Pungkasnya, seluruh upaya ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan pemerintah dalam memulihkan daerah pascabencana.