FeedSport

Pemain Maroko Ingin Pensiun Usai Piala Dunia demi Menjadi Imam

13
×

Pemain Maroko Ingin Pensiun Usai Piala Dunia demi Menjadi Imam

Sebarkan artikel ini
f11a5185bf701dbe116e9326e5fc7c01.jpg
f11a5185bf701dbe116e9326e5fc7c01.jpg

Manchester – Bek sayap Manchester United, Noussair Mazraoui, secara mengejutkan mengumumkan rencana pensiun dini dari dunia sepak bola profesional.

Keputusan tersebut rencananya akan direalisasikan setelah gelaran Piala Dunia 2026 berakhir.

Langkah ini menyita perhatian publik internasional mengingat Mazraoui saat ini baru menginjak usia 28 tahun.

Usia tersebut secara umum dianggap sebagai masa keemasan bagi seorang pesepak bola profesional.

Dalam wawancara dengan surat kabar Spanyol AS pada akhir Juni 2026, Mazraoui menyatakan ingin mendedikasikan sisa hidupnya untuk mendalami agama.

Ia berencana fokus menjadi penghafal Al-Qur’an, aktif berdakwah, serta memimpin jemaah sebagai imam masjid.

Pemain tim nasional Maroko ini menegaskan bahwa pencapaian tertinggi dalam hidup tidak lagi diukur dari trofi.

Baginya, kedamaian jiwa dan kebermanfaatan bagi sesama umat kini menjadi prioritas utama.

Dorongan spiritual ini diakuinya sebagai alasan utama di balik keputusan drastis tersebut.

Ia menyadari bahwa jadwal latihan dan pertandingan yang padat sulit diselaraskan dengan proses menghafal kitab suci secara maksimal.

Sisi religius Mazraoui sebenarnya telah lama menjadi sorotan publik.

Salah satu bukti nyata adalah aksinya menolak mengenakan jaket pemanasan bertemakan pelangi saat membela Manchester United pada Februari 2026.

Tindakan tersebut didasari oleh keyakinan pribadinya yang teguh.

Kapten tim, Bruno Fernandes, dan rekan setimnya bahkan menunjukkan solidaritas agar Mazraoui tidak merasa dikucilkan.

Selain itu, video dirinya melantunkan surah Ad-Dhuha dengan suara merdu sempat viral di media sosial.

Kesadaran spiritual ini disebut-sebut telah tumbuh sejak ia masih berseragam Bayern Munich.

Kala itu, ia merasa perlu meningkatkan kualitas ibadahnya dengan meminta bimbingan khusus dari seorang guru bernama Ayoub.

Mazraoui kini tengah fokus membela Maroko di ajang Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Setelah turnamen tersebut usai, ia berencana mendaftarkan diri ke lembaga pendidikan Islam.

Ia ingin mendalami ilmu tajwid dan tafsir agar mampu memimpin jemaah dengan bekal ilmu yang mumpuni.

Secara finansial, ia juga telah melakukan persiapan transisi dengan terlibat dalam investasi berbasis syariah.

Sejak 25 Maret 2026, ia tercatat sebagai pemegang saham di Wahed, sebuah platform fintech investasi syariah.

Langkah ini diambil untuk memastikan kemandirian finansial yang sesuai dengan prinsip hukum Islam.

Hingga saat ini, Mazraoui masih memberikan kontribusi bagi skuad Singa Atlas di Piala Dunia.

Maroko tampil impresif di Grup C dengan menahan imbang Brasil dan menaklukkan Skotlandia.

Keputusan pensiun ini memberikan perspektif baru bagi para penggemar sepak bola mengenai arti kesuksesan.

Mazraoui ingin membuktikan bahwa mengejar kesuksesan duniawi dan ukhrawi harus berjalan seimbang.

Meskipun telah memiliki rencana matang, ia belum menentukan tanggal pasti gantung sepatu secara spesifik.

Pintu untuk melanjutkan karier profesional selama beberapa saat setelah turnamen pun masih terbuka tipis.

Namun, fokus utamanya tetap pada tujuan spiritual yang telah ia tetapkan sejak jauh-jauh hari.