Jakarta – Pemerintah membatasi open house atau halal bihalal Idulfitri 2026. Pejabat diminta tidak berlebihan atau pamer kemewahan.
Kebijakan ini arahan Presiden Prabowo Subianto. Arahan tertuang dalam surat edaran ke kementerian dan lembaga.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan imbauan open house sederhana.
“Kami imbau untuk tidak terlalu berlebihan dalam menyelenggarakan open house maupun halal bihalal,” ujarnya.
Pembatasan ini bentuk kepekaan sosial pemerintah. Terkait kondisi ekonomi masyarakat yang belum pulih.
Menurut Prasetyo, banyak warga kesulitan. Pejabat publik diharapkan memberi contoh gaya hidup tidak mewah saat Lebaran.
Langkah ini menjaga empati dan solidaritas sosial.
Pemerintah tidak melarang open house sepenuhnya. Silaturahmi tetap boleh, namun wajar dan tidak berlebihan.
Presiden ingatkan pejabat jaga sikap dan jadi teladan. Terutama dalam situasi sosial yang menantang.
Soal open house di Istana Kepresidenan, pemerintah belum putuskan. Agenda disesuaikan perkembangan situasi.
Pemerintah harap Idulfitri 2026 berlangsung sederhana. Namun tetap bermakna dan penuh empati.







