Ecozone

Asing Borong Saham BMRI, TPIA, dan ANTM Senilai Rp442 Miliar

27
×

Asing Borong Saham BMRI, TPIA, dan ANTM Senilai Rp442 Miliar

Sebarkan artikel ini
Tampilan layar perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia dengan grafik pergerakan harga yang meningkat
Investor asing mencatatkan beli bersih saham senilai Rp442 miliar di Bursa Efek Indonesia.

Jakarta – Investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp 442,05 miliar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode perdagangan Senin (20/7/2026), yang menandai pembalikan tren setelah pekan sebelumnya sempat membukukan jual bersih senilai Rp 1,73 triliun.

Dilansir dari keterangan resmi Bursa Efek Indonesia, kenaikan minat beli investor global ini beriringan dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melesat 4,24% ke level 6.175 sepanjang pekan lalu.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi emiten dengan akumulasi beli bersih asing tertinggi mencapai Rp 557,1 miliar.

Posisi tersebut diikuti oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan nilai Rp 244 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp 237,4 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 139 miliar.

Sebaliknya, arus keluar modal asing terpantau pada saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dengan nilai jual bersih Rp 187,9 miliar.

Aksi lepas saham oleh investor global juga menyasar PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) senilai Rp 96,5 miliar, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) sebesar Rp 93,6 miliar, serta PT Vale Indonesia Tbk (INCO) sebesar Rp 67,7 miliar.

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia, Kautsar Primadi Nurahmad, mengonfirmasi bahwa seluruh indikator perdagangan selama periode tersebut ditutup di zona positif.

“Peningkatan tertinggi dialami oleh rata-rata nilai transaksi harian yaitu sebesar 36,25% menjadi Rp 13,99 triliun dari Rp 10,27 triliun pada pekan sebelumnya,” kata Kautsar.

BEI mencatat rata-rata volume transaksi harian melonjak 27,75% menjadi 26,17 miliar saham dibandingkan dengan 20,49 miliar saham pada periode sebelumnya.

Rata-rata frekuensi transaksi harian turut mencatatkan kenaikan sebesar 24,60% menjadi 2,33 juta kali transaksi dari posisi sebelumnya di angka 1,87 juta kali.

Total kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia mengalami peningkatan sebesar 3,95% menjadi Rp 10.749 triliun dari nilai sebelumnya yakni Rp 10.340 triliun.

Meskipun terjadi beli bersih pada pekan lalu, secara akumulatif sepanjang tahun 2026 investor asing masih mencatatkan jual bersih sebesar Rp 75,71 triliun.

Penguatan indeks utama didorong oleh performa sektor perbankan dengan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyumbang 32,66 poin berkat kenaikan harga 9,8%.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyumbang 26,47 poin, sementara PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memberikan kontribusi sebesar 26,27 poin.

Emiten lain yang turut menopang kenaikan IHSG meliputi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar 18,11 poin, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar 16,61 poin, dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sebesar 13,04 poin.

Dalam upaya memperkuat integritas pasar, Bursa Efek Indonesia bersama Self Regulatory Organizations (SRO) menyempurnakan metodologi penentuan Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi atau high shareholding concentration (HSC).

Penyempurnaan kebijakan ini mencakup penambahan kriteria price impact ratio khusus untuk saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun.

Kriteria tersebut dirancang untuk mengukur perubahan harga saham secara relatif terhadap tingkat aktivitas perdagangannya atau velocity secara berkala setiap triwulan.

Bursa Efek Indonesia menyatakan rangkaian kebijakan ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem pasar modal yang kredibel, teratur, wajar, dan berdaya saing.