Berita

Menteri Sosial Hindari Spekulasi Motif Ledakan di SMAN 72 Jakarta

96
×

Menteri Sosial Hindari Spekulasi Motif Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Sebarkan artikel ini
5e465e20ae063bcffddfb12da68a771d.jpg
5e465e20ae063bcffddfb12da68a771d.jpg

Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menolak berspekulasi terkait motif di balik ledakan bom rakitan di SMAN 72 Jakarta pada Jumat, 7 November 2025. Ledakan tersebut diduga berasal dari bom rakitan yang dibawa oleh salah seorang siswa sekolah tersebut.

“Untuk kasus ini sekali lagi kami tidak berani berspekulasi,” kata Saifullah Yusuf setelah menjenguk sebagian korban ledakan di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Ahad, 9 November 2025.

Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menjelaskan bahwa kasus ini sepenuhnya masih dalam penanganan kepolisian. Ia meminta masyarakat untuk menunggu penjelasan resmi dari aparat penegak hukum.

Menurut Gus Ipul, pihak kepolisian telah bekerja dengan cepat. Penanganan tidak hanya dari sisi penegakan hukum, tetapi juga mencakup pendampingan terhadap korban serta pemulihan fasilitas di sekolah.

Meski belum bersedia mengaitkan insiden di SMAN 72 dengan kasus perundungan, Saifullah Yusuf menegaskan pentingnya upaya pencegahan perundungan, kekerasan fisik dan seksual, serta intoleransi di lingkungan sekolah.

Insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, terjadi saat siswa dan guru sedang menunaikan salat Jumat. Ledakan terjadi dua kali; pertama di dalam musala lantai tiga, kemudian disusul ledakan kedua beberapa menit berselang dari area belakang kantin.

Saat mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan senjata api mainan. Senjata tersebut bertuliskan tiga nama pelaku penembakan masjid di berbagai negara, yaitu Brenton Tarrant, Alexandre Bissonnette, dan Luca Traini. Ketiganya dikenal sebagai teroris yang melakukan aksi kekerasan dengan motif supremasi kulit putih dan Neo-Fasis. Di lokasi kejadian juga ditemukan bahan peledak rakitan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dalam kunjungannya ke Rumah Sakit Islam Cempaka Putih pada Sabtu, 8 November 2025, mengonfirmasi bahwa terduga pelaku adalah siswa SMAN 72 Jakarta. “Terduga pelaku saat ini merupakan salah satu siswa di SMA tersebut,” ujarnya.