Jakarta – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Abdul Mu’ti, mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk memperketat pengawasan terhadap kegiatan antar-jemput siswa di sekolah. Imbauan ini menyusul maraknya kasus penculikan anak yang terjadi belakangan ini.
Mendikbudristek menekankan pentingnya perhatian khusus terhadap pengasuhan anak, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.
“Terutama di tingkat pendidikan anak-anak SD awal dan TK, itu kan banyak yang diantar jemput. Nah, saya kira sekolah memang perlu menyiapkan satu aturan untuk memastikan bahwa yang mengantar dan menjemput itu adalah benar-benar dari keluarga anak-anak yang belajar di situ karena seringkali yang menjemput itu tidak dikenal,” ujar Mendikbudristek Mu’ti usai membuka Rapat Koordinasi Kepala Daerah Revitalisasi Satuan Pendidikan Digitalisasi Pembelajaran Tahun Anggaran 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (13/6).
Ia menyarankan agar setiap sekolah memiliki data lengkap mengenai identitas pengantar dan penjemput murid, sebagai langkah preventif untuk mencegah penculikan anak di lingkungan sekolah.
Selain itu, Mendikbudristek juga mengimbau masyarakat, khususnya di tingkat Rukun Tetangga (RT), untuk mengaktifkan sistem pengawasan dan penjagaan terhadap anak-anak yang bermain di ruang publik, terutama yang tidak didampingi orang dewasa.
“Kita perkuat budaya kewargaan, di mana semua kita saling menjaga. Walaupun bukan anak kita sendiri, tapi mereka semua adalah tetangga kita, keluarga kita yang harus kita jaga bersama-sama,” imbuhnya.
Sebelumnya, Polrestabes Makassar berhasil menyelamatkan seorang anak perempuan berusia 4 tahun bernama Bilqis yang diculik di Taman Pakui, Makassar, Sulawesi Selatan. Korban ditemukan di wilayah Suku Anak Dalam (SAD) Mentawak, Kabupaten Merangin, Jambi.
Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A) Pemkot Makassar, Ita Isdiana Anwar, mengingatkan masyarakat untuk selalu mengawasi anak-anak mereka, terutama di tempat keramaian.
“Kami mengimbau orang tua agar lebih menjaga lagi anak-anaknya. Karena, jika tidak menjaga dengan baik anaknya, kasus seperti inilah yang terjadi,” katanya.







