Berita

Mendes Yandri Dorong Desa Jadi Penggerak Ekonomi Melalui Kopdes dan BUM Desa

79
×

Mendes Yandri Dorong Desa Jadi Penggerak Ekonomi Melalui Kopdes dan BUM Desa

Sebarkan artikel ini

Bengkulu – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, mendorong desa-desa di Indonesia untuk bangkit menjadi motor penggerak ekonomi utama. Hal ini akan dicapai melalui penguatan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) sebagai instrumen strategis.

Penegasan tersebut disampaikan Yandri saat kunjungan kerja di Kecamatan Kedurang dan Kedurang Ilir, Kabupaten Bengkulu Selatan, pada Kamis (19/3) malam.

Dalam forum rembug pembangunan desa bersama Bupati Bengkulu Selatan Rifai Tajudin, jajaran OPD, dan para kepala desa, Yandri menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih merupakan alat negara vital untuk mewujudkan pemerataan ekonomi dan secara efektif memberantas kemiskinan di tingkat desa. “Kopdes ini sebagai alat negara untuk pemerataan ekonomi sekaligus pemberantasan kemiskinan. Karena uangnya berputar di desa dan keuntungannya kembali ke desa,” ujar Yandri. Ia menambahkan bahwa koperasi desa tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat anggotanya, dengan minimal 20 persen keuntungan menjadi pendapatan asli desa.

Selain inisiatif Kopdes, Yandri juga membawa kabar baik terkait keberlanjutan kerja sama dengan World Bank, yang akan menyalurkan bantuan langsung ke desa-desa. “Kami membawa kabar baik mengenai kelanjutan program kerja sama dengan World Bank. Ini peluang besar yang harus disiapkan secara matang oleh perangkat desa agar tepat sasaran,” jelasnya. Kesiapan desa dalam perencanaan dan pengelolaan program menjadi kunci agar bantuan ini benar-benar berdampak positif bagi masyarakat.

Mendes PDT juga menekankan pentingnya penguatan BUM Desa sebagai salah satu dari 12 aksi prioritas Kemendes PDT. Ia mengingatkan agar BUM Desa tidak hanya menjadi entitas formalitas, melainkan harus memiliki unit usaha riil yang sesuai dengan potensi lokal, seperti pertanian, pariwisata, atau jasa.

Menanggapi arahan tersebut, Bupati Bengkulu Selatan, Rifai Tajudin, menyatakan kesiapan penuh pemerintah daerah untuk mengawal kebijakan ini. “Kami berterima kasih atas kehadiran Bapak Menteri yang membawa harapan baru. Saya instruksikan kepada seluruh kepala OPD dan kepala desa untuk segera memetakan potensi lokal masing-masing,” tegas Rifai. Pemerintah daerah berkomitmen untuk mendampingi revitalisasi BUM Desa agar benar-benar berfungsi sebagai mesin ekonomi masyarakat. Rifai juga menilai sinergi antara Kopdes Merah Putih dan BUM Desa akan menjadi kunci ampuh dalam memutus rantai tengkulak yang selama ini merugikan para petani.

Kunjungan kerja Yandri Susanto di Bengkulu Selatan ditutup dengan komitmen kuat bersama untuk memperkuat kemandirian desa sebagai pilar ekonomi daerah yang transparan dan berkelanjutan. Sebelumnya, Mendes Yandri sempat menyerahkan bingkisan kepada warga desa dan santri di wilayah Kedurang.