Ecozone

Medco Percepat Produksi Migas Blok Sakakemang Mulai Tahun 2027

8
×

Medco Percepat Produksi Migas Blok Sakakemang Mulai Tahun 2027

Sebarkan artikel ini
74740d26c000b759b45280a116541274.jpg
74740d26c000b759b45280a116541274.jpg

Jakarta – PT Medco E&P Indonesia memangkas jadwal produksi perdana di Blok Sakakemang lebih awal dari rencana semula. Perusahaan kini menargetkan blok migas tersebut mulai berproduksi atau on stream pada kuartal III 2027, maju dari jadwal awal di kuartal I 2028.

Senior VP Business Support MedcoEnergi, Iwan Prajogi, menyatakan bahwa percepatan ini dilakukan dengan mengoptimalkan infrastruktur yang sudah tersedia. Integrasi fasilitas Blok Sakakemang dengan infrastruktur di Blok Corridor dan Gresik menjadi kunci efisiensi dalam proyek tersebut.

Strategi integrasi aset ini terbukti mampu menekan biaya investasi dan mempercepat durasi pengerjaan proyek. Dengan langkah ini, Medco tidak perlu lagi membangun fasilitas pendukung baru di lapangan tersebut.

Blok Sakakemang merupakan aset strategis yang diakuisisi Medco dari Repsol pada 2025. Saat ini, Medco memegang 45 persen hak partisipasi sekaligus bertindak sebagai operator setelah mendapatkan persetujuan Rencana Pengembangan (Plan of Development) dari pemerintah.

Lokasi Blok Sakakemang yang berbatasan langsung dengan Blok Corridor semakin memperkuat posisi Medco di wilayah Sumatera Selatan. Secara total, perusahaan kini mengelola empat wilayah kerja di kawasan tersebut, yakni Blok Corridor, Blok Sakakemang, Blok Rimau, serta Blok South Sumatra.

Selain Blok Sakakemang, perusahaan saat ini tengah menanti persetujuan akuisisi 80 persen hak partisipasi di Blok South Sakakemang. Upaya ini menjadi bagian dari agenda besar perusahaan dalam memperluas jangkauan operasional di Sumatera Selatan sepanjang tahun 2025.

Di sisi lain, kinerja operasional Medco menunjukkan tren positif dengan mencatatkan produksi migas sebesar 170 mboepd pada kuartal I 2026. Angka tersebut meningkat 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang sekaligus memperkokoh peran perusahaan dalam menjaga keandalan pasokan energi nasional.

1cd0976c38f770083b7337654f97a772.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% diperkirakan menambah tekanan bagi emiten properti sepanjang sisa 2026. Tekanan datang dari kombinasi bunga tinggi dan pelemahan rupiah yang masih bertahan di kisaran Rp 17.600 per dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah pada perdagangan terakhir ditutup di level Rp 17.654 per dolar AS atau menguat tipis 0,29% dibanding sehari sebelumnya….

159b4b46f901e7419491e41d3bd9f2d4.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah, melanjutkan pelemahan selama tujuh hari berturut-turut. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG melemah 0,81% atau terpangkas 52,17 poin ke level 6.318,5 pada penutupan perdagangan, Rabu (20/5/2026). Sepanjang perdagangan IHSG bergerak di level terendah 6.215 dan level tertinggi 6.459. Baca Juga: IHSG Anjlok 6 Hari Beruntun, Cermati Fenesia…

ff19ef01327add53edf8af2320f187f0.jpg
Ecozone

Fenesia – NEW YORK. Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Rabu (20/5/2026), setelah tekanan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) dan harga minyak mulai mereda. Pelaku pasar juga terus mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah, terutama perang Iran, yang dinilai berpotensi memengaruhi arah inflasi dan suku bunga global. Mengutip Reuters, harga spot emas naik 1,1% ke level US$ 4.531,99 per ons troi pada pukul…