Jakarta – Wardatina Mawa membuka pintu maaf untuk Insanul Fahmi. Namun, ada syarat yang diajukan terkait konflik rumah tangga mereka.
Syarat utama adalah pembuktian pernikahan siri yang diklaim Insanul Fahmi.
Kuasa hukum Insanul Fahmi, Tommy Tri Yunanto, mengungkapkan hal ini. Ia mempertemukan kliennya dengan Mawa di Tomang, Jakarta Barat.
Pertemuan itu menjadi momen penting setelah tiga bulan Insanul Fahmi tak bertemu istri dan anaknya.
Insanul Fahmi secara langsung meminta maaf kepada Mawa dan keluarga. Ini menjadi langkah awal untuk perdamaian.
“Insan meminta maaf secara khusus terhadap Mawa, terhadap kakak-kakaknya. Nah itu benar-benar terjadi dan benar-benar secara tulus ya Insan memberikan statement itu,” kata Tommy.
Mawa mengajukan dua syarat agar maafnya diterima. Pertama, permintaan maaf terbuka kepada publik.
“Ada dua syarat. Jadi syarat yang pertama adalah Insanul harus secara terbuka meminta maaf kepada keluarganya, meminta maaf juga kepada Mawa, disampaikan kepada media nanti,” jelas Tommy.
Syarat kedua adalah pembuktian pernikahan siri yang disebut terjadi pada 7 Agustus.
“Yang kedua adalah Mawa mau minta bukti pernikahan siri terhadap Inara. Jadi kalau memang sudah nikah siri di tanggal 7, buktikan,” tegas Tommy.
Insanul Fahmi menyatakan kesiapannya memenuhi permintaan tersebut. Pertemuan lanjutan akan digelar untuk membuka bukti.
“Kita di hari Senin atau Selasa nanti akan adakan pertemuan untuk bisa membuktikan. Membuktikan bener nggak sih ada nikah siri pada tanggal berapa, terus siapa sih ustaznya, siapa saksinya,” ujarnya.
Tommy menegaskan bahwa Insanul Fahmi menyanggupi semua syarat. Tujuannya adalah memperbaiki hubungan rumah tangga.
Pihak Insanul Fahmi berencana menggelar konferensi pers untuk menyampaikan permintaan maaf resmi sesuai permintaan Mawa.







