BeritaPemerintahanPolitik

KPK Evaluasi Prosedur OTT Setelah Serangkaian Operasi di Daerah Diduga Bocor

12
×

KPK Evaluasi Prosedur OTT Setelah Serangkaian Operasi di Daerah Diduga Bocor

Sebarkan artikel ini
kpk-akan-evaluasi-buntut-ott-langkat-dan-kuansing-diduga-bocor
kpk akan evaluasi buntut ott langkat dan kuansing diduga bocor

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana mengevaluasi metode pelaksanaan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Keputusan ini diambil menyusul adanya dugaan kebocoran rencana operasi yang diketahui oleh para target dalam satu pekan terakhir.

Sepanjang pekan lalu, KPK telah melaksanakan dua kali operasi yang menyasar Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, dan Bupati Langkat, Syah Afandin. Dalam operasi di Kuansing, tim KPK sempat kesulitan menemukan keberadaan Suhardiman karena adanya informasi bahwa ia telah dijemput oleh pihak tertentu.

Sementara itu, dalam operasi di Langkat, KPK menemukan indikasi bahwa Syah Afandin menyadari gerak-geriknya sedang dipantau oleh lembaga antirasuah. Akibatnya, sang bupati membatalkan rencana pertemuan dengan pihak penyuap.

Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menegaskan bahwa penyelidikan tertutup pada dasarnya tidak boleh diketahui oleh publik.

“Terkait penyelidikan tertutup memang semestinya itu tidak diketahui publik atau artinya tidak ada pihak-pihak yang dimintai oleh tim penyelidik untuk diklarifikasi. Artinya tim penyelidik langsung turun ke lapangan,” ujar Taufik dalam konferensi pers, Jumat (3/7).

Ia menduga, kehadiran tim penyelidik di lapangan menjadi sinyal bagi pihak yang dibidik bahwa mereka sedang dalam pengawasan KPK.

“Ketika turun ke lapangan itulah ada mungkin indikasi-indikasi diketahui karena memang mungkin orangnya sudah pernah datang ke Langkat atau memang ada informasi-informasi yang diketahui ini orang-orang KPK,” tuturnya.

Taufik memastikan KPK akan mendalami fenomena ini melalui evaluasi teknis pengerahan tim di lapangan agar tidak mudah terdeteksi.

“Jadi memang ini masih perlu pendalaman lebih lanjut untuk kenapa pihak-pihak luar itu mengetahui kemudian informasi-informasi bahwa tim akan turun ke Langkat,” jelasnya.

“Jadi ini bukan memang bocor dari luar tapi memang ini dugaan-dugaan saja bahwa orang itu mungkin pun juga mengira-ngira bahwa ada tim yang tim KPK yang turun ke daerah sehingga kemudian dilakukan antisipasi-antisipasi,” imbuhnya.

Meskipun target sempat melakukan langkah antisipasi, Taufik menegaskan bahwa upaya penindakan tidak gagal. Tim lapangan tetap melakukan penyelidikan secara konsisten hingga berhasil menemukan bukti-bukti tindak pidana.

“Dari ilmu kejahatan kan selalu ada meninggalkan jejak-jejak sehingga tim di lapangan tetap berupaya untuk melakukan penyelidikannya,” pungkasnya.

861d2c92e4170bd9134b97b0f366f7db.jpg
Berita

Ringkasan Berita: Real Madrid resmi membantah rumor transfer Enzo Fernandez, menegaskan tidak pernah melakukan kontak maupun memiliki rencana merekrut. Pernyataan itu muncul setelah agen Enzo, Javier Pastore, mengklaim bahwa Real Madrid telah menghubungi kliennya dan menyebut sang pemain juga tertarik bergabung. Los Blancos menegaskan tetap menghormati Enzo dan Chelsea, serta menyayangkan beredarnya spekulasi yang dinilai tidak berdasar karena…