Berita

KPAI Desak Sekolah Tingkatkan Deteksi Dini Cegah Kekerasan

96
×

KPAI Desak Sekolah Tingkatkan Deteksi Dini Cegah Kekerasan

Sebarkan artikel ini
ledakan-sman-72,-kpai-usulkan-sistem-deteksi-perilaku-siswa-melalui-penguatan-peran-guru-bk
ledakan sman 72, kpai usulkan sistem deteksi perilaku siswa melalui penguatan peran guru bk

Jakarta – Tragedi di SMAN 72 Jakarta mendorong Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk memperkuat sistem deteksi dini di sekolah. Langkah ini bertujuan mencegah kejadian serupa terulang.

KPAI menilai insiden tersebut telah mencoreng rasa aman di lingkungan pendidikan.

Komisioner KPAI, Aris Adi Leksono, menegaskan pentingnya identifikasi perubahan perilaku siswa. Perubahan tersebut meliputi isolasi sosial, ujaran kebencian, atau ketertarikan pada konten kekerasan.

“KPAI mendorong penguatan sistem deteksi dini (early warning system) di lingkungan sekolah,” kata Aris, Kamis (13/11/2025).

Menurut Aris, pelaku menunjukkan perubahan perilaku signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Ia menjadi lebih tertutup dan sering mengakses konten radikal di platform digital.

Motif pelaku diduga kuat berasal dari kombinasi emosi pribadi yang tidak terkendali dan pengaruh narasi ekstrem dari dunia digital.

KPAI juga menekankan pentingnya penguatan sistem dukungan siswa di sekolah. Salah satu caranya adalah memaksimalkan peran guru Bimbingan dan Konseling (BK).

“Pengembangan support system sekolah yang melibatkan guru BK, psikolog, dan orang tua dalam membangun komunikasi terbuka dan empatik terhadap peserta didik,” ujar Aris.

KPAI menegaskan bahwa setiap anak, baik pelaku maupun korban, berhak atas perlindungan, bimbingan, dan kesempatan untuk pulih.

KPAI mengajak seluruh pihak terkait untuk berkolaborasi mewujudkan Satuan Pendidikan Aman, Ramah, dan Berintegritas. Tujuannya agar sekolah menjadi tempat yang benar-benar mendidik tanpa rasa takut.

4fb76b8b4aa755bc7bbd323df2792608.jpg
Berita

Fenesia-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan rebound atau kembali menguat hingga menyentuh level 8.000 seiring membaiknya fundamental ekonomi nasional dan kinerja perusahaan. Hal itu disampaikan Purbaya menanggapi pergerakan IHSG yang kembali naik setelah sempat berada di kisaran 5.900, Purbaya menilai pergerakan pasar saham pada akhirnya akan ditopang oleh fundamental perusahaan…