Jakarta – Trauma mendalam menghantui para korban ledakan di SMA 72 Jakarta Utara. Kementerian Sosial (Kemensos) turun tangan memberikan pendampingan psikologis.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjenguk langsung para korban di RS Islam Jakarta Cempaka Putih, Minggu (9/11).
“Tentu mereka masih trauma, tapi ya pelan-pelan nanti kita dampingi,” ujar Gus Ipul.
Kemensos akan bekerja sama dengan RS Islam Jakarta Cempaka Putih dan Polri untuk memberikan bantuan.
Gus Ipul belum bisa memastikan berapa lama proses pemulihan trauma akan berlangsung. Menurutnya, hal ini tergantung kondisi masing-masing korban.
Tim Kemensos, bersama orang tua korban, akan rutin bertemu dan melakukan asesmen, termasuk dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Kabar baiknya, kondisi 13 pasien yang dirawat di RSIJ Cempaka Putih berangsur membaik. Rinciannya, 11 pasien rawat inap, 1 pasien di HCU, dan 1 pasien di ICU.
Gus Ipul memastikan pemerintah pusat akan menanggung seluruh biaya pengobatan. Pemerintah juga akan berkolaborasi dengan Gubernur Jakarta untuk memberikan dukungan yang diperlukan, termasuk rehabilitasi dan program pemberdayaan.
Ledakan di SMA 72 terjadi pada Jumat (7/11) sekitar pukul 12.15 WIB di masjid sekolah saat salat Jumat berlangsung. Total korban mencapai 96 orang, dengan 28 pasien masih dirawat di berbagai rumah sakit: 13 di RSIJ Cempaka Putih, 14 di RS Yarsi, dan 1 di RS Pertamina Jaya.







