Ecozone

Kemenkeu Buka Blokir Anggaran APBN 2025 Rp 206,4 Triliun, Ini Alasannya

94
×

Kemenkeu Buka Blokir Anggaran APBN 2025 Rp 206,4 Triliun, Ini Alasannya

Sebarkan artikel ini
852bbe0296d0b9b3fb4bf9a694b9f795.jpg
852bbe0296d0b9b3fb4bf9a694b9f795.jpg

JAKARTA – Pemerintah akhirnya mencairkan sebagian anggaran yang sebelumnya diblokir dalam APBN 2025. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah membuka blokir anggaran senilai Rp 206,4 triliun dari total Rp 306,7 triliun yang sempat dibekukan akibat kebijakan efisiensi di awal tahun 2025.

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, mengungkapkan alasan di balik pencairan anggaran tersebut. Menurutnya, langkah ini diambil untuk memastikan operasional dasar pemerintahan tetap berjalan dan penyaluran bantuan sosial tidak terhambat.

“Dibuka kembali sekitar Rp 206,4 triliun dari Rp306,7 triliun tersebut supaya operasional dasar bisa tetap berlangsung, supaya belanja bantuan sosial bisa tetap berjalan,” jelas Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTA Edisi Januari, Kamis (9/1/2026).

Dengan adanya kebijakan ini, realisasi belanja pemerintah pusat dalam APBN 2025 tercatat sebesar Rp 2.602,3 triliun. Angka ini lebih rendah sekitar Rp 100 triliun dibandingkan perkiraan awal yang mencapai Rp 2.701,4 triliun.

Suahasil menegaskan bahwa pembukaan blokir anggaran dilakukan secara fleksibel. Pemerintah tetap mengedepankan efisiensi dalam pengelolaan APBN, namun juga responsif terhadap kebutuhan pelaksanaan program prioritas. Anggaran yang dicairkan berasal dari belanja kementerian/lembaga (K/L) serta pencadangan transfer ke daerah (TKD).

96b0a47d08e6e8463d9d4f3070a5847f.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Harga crude palm oil (CPO) diperkirakan kembali melanjutkan penguatan setelah sempat terkoreksi akibat sentimen kebijakan pemerintah terkait tata kelola ekspor komoditas. Pelaku pasar kini mulai kembali mencermati faktor fundamental yang dinilai masih mendukung pergerakan harga CPO dalam jangka menengah. Berdasarkan data Bloomberg, harga CPO kontrak Juni 2026 di Bursa Malaysia Derivatives ditutup naik 0,6% ke level MYR…

922265d1500f3a5e0f13f8968786dcbe.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Kinerja emiten sektor perunggasan menunjukkan pertumbuhan yang solid pada Kuartal I-2026. Sejumlah perusahaan besar seperti PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), dan PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan dua digit secara tahunan. CPIN membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 12,7% year on year (YoY), JPFA naik 23,6% YoY, sedangkan MAIN tumbuh…

ed7fb2734a2e56dae4483dced1a23116.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Kehadiran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai kendaraan pemerintah untuk memberlakukan kebijakan satu pintu ekspor komoditas menimbulkan ketidakpastian dan berimbas menekan kinerja emiten terkait. Muhammad Fatah Al Falah, Retail Analyst RHB Sekuritas Indonesia menyebut pasar masih cenderung wait and see meski regulasi telah diterbitkan. Investor masih mencermati implementasi kebijakan tersebut. Menurutnya,…