Jakarta, Fenesia.com – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia resmi memulai perombakan besar-besaran terhadap struktur pengelolaan aset milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui rencana penggabungan usaha atau merger yang melibatkan empat perusahaan manajer investasi pelat merah.
PT Mandiri Manajemen Investasi telah ditetapkan sebagai entitas yang bertahan atau surviving entity dalam aksi korporasi ini.
Tiga perusahaan lainnya, yakni PT BRI Manajemen Investasi, PT BNI Asset Management, dan PT PNM Investment Management, akan segera dilebur ke dalam struktur entitas tersebut.
Keputusan tersebut diambil dalam rapat yang berlangsung pada Selasa (7/7).
Para petinggi Danantara menyepakati langkah ini demi memperkuat struktur kelembagaan serta tata kelola aset negara secara menyeluruh.
Dony selaku perwakilan Danantara menjelaskan bahwa konsolidasi ini merupakan bagian dari cetak biru panjang dalam membangun perusahaan manajer investasi berskala nasional.
Ia merinci bahwa melalui penggabungan ini, Danantara menargetkan integrasi portofolio aset yang lebih solid.
Langkah ini juga bertujuan untuk memperkuat kapabilitas investasi serta meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
Selain itu, konsolidasi diharapkan mampu meningkatkan daya tarik perusahaan di mata para investor domestik maupun global.
Optimalisasi pengelolaan aset negara yang lebih profesional diyakini akan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.
“Streamlining (perampingan) itu bukan tujuan akhir. Yang paling penting adalah bagaimana aset-aset BUMN yang sudah ditata bisa dikelola lebih optimal, lebih produktif, dan benar-benar menciptakan nilai tambah buat negara,” ujar Dony dalam keterangannya, Rabu (8/7).
Ia menambahkan bahwa pembentukan perusahaan manajer investasi terbesar di Indonesia ini akan menjadi tonggak sejarah bagi pengelolaan aset negara.
Menurutnya, konsolidasi tersebut bakal memastikan seluruh aset dikelola dengan sistem yang lebih terintegrasi.
Ia menegaskan bahwa peningkatan produktivitas aset menjadi prioritas utama pasca-integrasi dilakukan.
Pihaknya optimistis langkah ini akan memperkuat kepercayaan investor terhadap pengelolaan aset di bawah naungan Danantara.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa efisiensi yang tercipta dari penggabungan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Fokus utama setelah aksi korporasi ini adalah memastikan setiap unit bisnis memberikan nilai tambah yang nyata bagi negara.
Danantara akan terus mengawasi proses peleburan ini agar berjalan sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan.
Manajemen juga berkomitmen untuk menjaga stabilitas operasional selama masa transisi penggabungan empat entitas tersebut berlangsung.
Langkah ini menandai era baru bagi pengelolaan investasi BUMN yang lebih ramping namun memiliki daya gedor yang jauh lebih kuat di pasar modal Indonesia.







