FENESIA – Lamang, hidangan beras ketan dari Minangkabau, diperkenalkan oleh seorang ulama bernama Syekh Burhanuddin, yang berasal dari Pariaman. Dia melakukan perjalanan ke pesisir Minangkabau untuk menyebarkan agama Islam dan memperkenalkan lemang.
Proses Pembuatan Lamang Cukup Unik
Hidangan ini melibatkan proses memasak beras ketan dalam bambu, dengan langkah awal menggulung beras dalam daun pisang sebelum dimasukkan ke dalam bambu. Setelah itu, beras ketan dicampur dengan santan kelapa.

Proses memasak lemang memerlukan waktu 3-4 jam, sehingga memerlukan kerja sama banyak orang. Karena alasan inilah, lemang sering disebut sebagai “malamang.”
Lamang Selalu Ada di Setiap Acara Penting
Penting untuk dicatat bahwa lemang memiliki peran penting dalam upacara pernikahan dan bahkan menentukan kelangsungan perkawinan. Jika seorang pria tidak membawa lamang sebagai hadiah untuk pihak perempuan, maka pernikahan mereka dianggap batal.
Cara orang menikmati lemang bervariasi. Ada yang menyantapnya dengan tambahan tapai hitam, disajikan bersama kuah rendang, atau dimakan bersama selai manis. Rasanya manis, gurih, dengan aroma santan dan daun pisang yang meningkatkan kenikmatannya.
Lamang bukan sekadar hidangan, melainkan juga menjadi bagian penting dari budaya dan adat yang kaya di Minangkabau.
Klik Link , untuk informasi kuliner enak dan menarik lainnya .







