Ecozone

Kegagalan: Momentum Bangkit, Peluang Emas Raih Pertumbuhan Diri

123
×

Kegagalan: Momentum Bangkit, Peluang Emas Raih Pertumbuhan Diri

Sebarkan artikel ini
f68e050858755b482f24d518a08c7895.jpg
f68e050858755b482f24d518a08c7895.jpg

Tangerang – Direktur BCA, Hendra Tanumihardja, mendorong generasi muda untuk tidak takut menghadapi kegagalan, karena kegagalan adalah bagian penting dari perjalanan menuju kesuksesan.

Menurut Hendra, kegagalan harus dimaknai seperti filosofi Ukemi, yaitu sebagai kesempatan untuk berkembang, terutama dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif akibat digitalisasi dan dinamika ekonomi. Hal ini disampaikan dalam kuliah umum di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang, pertengahan November 2025.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA), melalui program Bakti BCA, kembali menggelar BCA Berbagi Ilmu (BBI) di UMN. Program ini bertujuan membekali mahasiswa dengan wawasan esensial untuk menghadapi dunia kerja.

BBI di UMN mengangkat tema “The Art of Falling: Ukemi as a Lesson for Life and Career”. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 500 mahasiswa dari berbagai jurusan, Rektor UMN Andrey Andoko, sivitas akademika UMN, dan jajaran manajemen BCA.

“Melalui penyelenggaraan BBI di UMN, BCA berupaya menyiapkan generasi muda yang ulet, tangguh, dan mampu menyikapi berbagai tantangan dengan bijak di masa depan,” kata Hendra.

Hendra menjelaskan implementasi Ukemi dalam perjalanan BCA sebagai institusi perbankan. Ukemi, teknik bela diri yang menekankan kemampuan menerima serangan dengan bijak agar tidak cedera saat terjatuh, menjadi pedoman timnya untuk menjadi resilient dalam menghadapi tantangan, persaingan, dan kondisi perekonomian.

Hendra juga menekankan pentingnya pendidikan dalam membentuk mahasiswa agar mampu mengembangkan diri, tidak hanya di ranah akademik, tetapi juga softskill yang relevan demi mendukung visi Indonesia Emas 2045. Inisiatif ini menjadi kontribusi BCA dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui kolaborasi dengan berbagai instansi pendidikan.

BBI di UMN merupakan gelaran ketujuh dari rangkaian BCA Berbagi Ilmu 2025, setelah sebelumnya dilaksanakan di berbagai universitas terkemuka di Indonesia. Sepanjang 2025, program ini telah menjangkau lebih dari 4.350 mahasiswa.

Hendra menyatakan bahwa kegiatan BBI berangkat dari kesadaran bahwa generasi muda adalah calon pemimpin bangsa yang potensinya perlu dikembangkan secara optimal.

“Melalui Bakti BCA, kami berkomitmen memberikan dampak positif untuk seluruh lapisan masyarakat, dimulai dari tingkat individu, komunitas, dan ekosistem,” pungkas Hendra.

Selain BBI, Bakti BCA juga memiliki program “Genera-Z Berbakti” yang melibatkan mahasiswa dalam pengabdian masyarakat melalui pendanaan, pendampingan, hingga dukungan publikasi ilmiah.