Ecozone

Jeli Respons Panic Selling Usai AB Jual 68 Juta Lot

40
×

Jeli Respons Panic Selling Usai AB Jual 68 Juta Lot

Sebarkan artikel ini
Tampilan grafik pergerakan harga saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) di layar monitor bursa efek
Saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) mengalami penurunan 8% akibat aksi jual panik investor di Bursa Efek Indonesia.

Jakarta – PT Niramas Utama Tbk (JELI), yang dikenal sebagai produsen Inaco, mengalami penurunan harga saham sebesar 8% akibat aksi jual panik investor setelah munculnya tawaran penjualan sebanyak 68 juta lot saham pada perdagangan Rabu (29/7/2026).

Dilansir dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan mengonfirmasi bahwa tekanan jual tersebut melampaui jumlah total saham JELI yang tercatat, yaitu 12,66 juta lot, serta jauh di atas porsi saham beredar atau free float yang hanya berjumlah 2,66 juta lot.

Corporate Secretary Niramas Utama, Felicia Novianti Lukman, menyatakan bahwa persepsi negatif di pasar telah memicu tekanan jual yang membuat pergerakan harga saham perseroan menjadi tidak wajar.

“Sehubungan dengan kejadian tersebut, perseroan merasa dirugikan karena harga saham JELI menjadi tidak terkendali dan hal ini juga berdampak pada reputasi saham JELI,” kata Felicia.

Pihak perusahaan telah melakukan pertemuan dengan otoritas bursa untuk mengklarifikasi penyebab anomali transaksi tersebut.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan BEI, pihak bursa memastikan bahwa insiden tersebut tidak disebabkan oleh gangguan sistem perdagangan, serangan siber, maupun masalah teknis pada infrastruktur bursa.

Penelusuran awal menunjukkan adanya kesalahan teknis pada sistem salah satu perusahaan sekuritas anggota bursa yang menyebabkan munculnya penawaran jual dalam volume yang tidak wajar.

Pihak bursa saat ini masih melakukan proses penanganan lebih lanjut terhadap sistem sekuritas yang mengalami kendala teknis tersebut.

Felicia menegaskan bahwa PT Niramas Utama Tbk tetap berkomitmen penuh dalam menjalankan prinsip keterbukaan informasi dan tata kelola perusahaan yang baik kepada seluruh pemangku kepentingan.

Manajemen perusahaan memastikan bahwa operasional bisnis tetap berjalan normal di tengah dinamika pasar yang terjadi saat ini.

Perusahaan akan terus fokus pada pengembangan usaha dan peningkatan kinerja untuk menjaga fundamental bisnis serta memberikan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.

“Kondisi tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha, karena operasional dan fundamental perseroan tetap terjaga,” ujar Felicia.

Langkah strategis akan terus dilakukan oleh perseroan untuk memulihkan kepercayaan investor setelah insiden teknis tersebut memicu volatilitas harga saham di pasar modal.

Transparansi komunikasi dengan regulator dan investor menjadi prioritas utama perusahaan dalam menghadapi situasi yang sempat membuat pelaku pasar bereaksi berlebihan.

PT Niramas Utama Tbk berkomitmen menjaga stabilitas komunikasi agar tidak terjadi lagi kesalahpahaman informasi di masa mendatang bagi para investor yang memegang saham JELI.