Ecozone

Harga BBM Kompak Turun per 1 Agustus: Pertamax hingga Revvo

13
×

Harga BBM Kompak Turun per 1 Agustus: Pertamax hingga Revvo

Sebarkan artikel ini
Deretan dispenser pengisian bahan bakar di SPBU Pertamina saat penyesuaian harga BBM per 1 Agustus 2026.
Sejumlah operator SPBU di Indonesia kompak menurunkan harga BBM non-subsidi per 1 Agustus 2026.

Jakarta – Sejumlah operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Indonesia secara serentak melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi per Sabtu (1/8/2026) sebagai respons terhadap fluktuasi tren harga minyak mentah dunia.

Dilansir dari siaran pers resmi perusahaan, penyesuaian harga ini mencakup berbagai jenis produk bahan bakar yang dipasarkan oleh Pertamina, BP-AKR, Vivo, serta Shell di seluruh wilayah operasional mereka.

Pertamina Patra Niaga mengambil kebijakan strategis dengan menurunkan harga produk unggulan mereka, yakni Pertamax, dari harga semula Rp 16.250 per liter menjadi Rp 15.950 per liter.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyatakan bahwa langkah tersebut diambil untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

“Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan BBM nasional agar tetap terjamin bagi masyarakat,” kata Kitty Andhora.

Selain Pertamax, Pertamina juga menurunkan harga Pertamax Turbo menjadi Rp 18.300 per liter dari sebelumnya Rp 19.300 per liter, serta Pertamax Green 95 yang kini dibanderol Rp 16.600 per liter.

Sementara itu, produk BBM subsidi dari Pertamina seperti Pertalite tetap dipertahankan pada harga Rp 10.000 per liter dan Biosolar pada harga Rp 6.800 per liter.

Harga untuk produk Pertamina Dex dan Dexlite juga terpantau stabil, masing-masing tetap berada di angka Rp 21.150 per liter dan Rp 19.700 per liter.

Operator swasta BP-AKR juga melakukan penyesuaian dengan menurunkan harga BP 92 menjadi Rp 16.130 per liter dan BP Ultimate menjadi Rp 16.760 per liter.

Berbeda dengan produk bensin, BP-AKR justru menaikkan harga BP Ultimate Diesel menjadi Rp 21.910 per liter dari periode sebelumnya yang berada di angka Rp 21.340 per liter.

Operator Vivo mengikuti tren penurunan harga serupa dengan menetapkan Revvo 92 di harga Rp 16.130 per liter dan Revvo 95 di harga Rp 16.760 per liter.

Untuk kategori bahan bakar diesel, Vivo turut melakukan penyesuaian harga pada produk Diesel Primus menjadi Rp 21.910 per liter.

Di sisi lain, Shell melakukan pembaruan harga terbatas pada produk Shell V-Power Diesel yang kini naik menjadi Rp 21.910 per liter.

Seluruh penyesuaian harga ini dilakukan oleh para operator sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi pemerintah mengenai penetapan harga BBM non-subsidi di tingkat nasional.

Masyarakat diimbau untuk memantau informasi harga terbaru melalui aplikasi resmi atau papan informasi yang tersedia di setiap SPBU terdekat guna mendapatkan data yang akurat.