FENESIA – Kembalinya Satelit Telkom-3 ke Bumi menjadi misteri karena lokasi jatuhnya hingga saat ini belum diketahui hingga saat ini.
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengungkapkan bahwa satelit Telkom-3 diperkirakan jatuh pada pukul 16.35 WIB, Jumat (5/2). Berdasarkan pengamatan Lapan, satelit Telkom-3 jatuh di wilayah Mongolia atau China
“Namun, belum ada laporan jatuh atau temuan. Ada kemungkinan jatuh di wilayah terpencil,” kata Peneliti Lapan Rhorom Priyatikanto.
Terkait baliknya satelit Telkom-3 ke Bumi, Lapan berkoordinasi dengan Telkom dan badan antariksa Rusia, Roscosmos.
Jatuhnya satelit Telkom-3 ini menjadi peristiwa bersejarah tersendiri karena ini adalah kali pertama benda antariksa berukuran besar milik Indonesia jatuh. Satelit Telkom-3 menghilang hampir sembilan tahun lalu sejak peluncurannya pada 2012 lalu.
Satelit yang memiliki bobot sebesar 1,845 ton ini tidak mengandung bahan radioaktif dan diperkirakan sebagian besar massa satelit akan terbakar saat memasuki atmosfer hingga menyisakan 10% hingga 40% massa awalnya.
Satelit Telkom-3 (COSPAR-ID 2012-044A, NORAD-ID 38744) adalah satelit buatan ISS Reshetnev, Rusia berdasarkan pesanan Telkom. Satelit itu lepas landas pada tanggal 6 Agustus 2012 dari Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan, namun masalah teknis menyebabkannya gagal mencapai orbit.
Saat itu, satelit Telkom-3 bersama satelit Ekspress-MD2 yang menumpang roket milik pemerintah Rusia Proton-M tersebut menghilang setelah beberapa jam meluncur menuju slot orbitnya karena gagal dalam tahapan Briz-M.
Briz-M adalah tahapan pelepasan tangki bahan bakar diikuti relokasi instrument pengarahan dari komando pusat dalam rangka menghindari goncangan ketika tangki tambahan propellant dilepas.






