FeedSport

Janice Tjen Debut WTA Sao Paulo Usai US Open 2025

122
×

Janice Tjen Debut WTA Sao Paulo Usai US Open 2025

Sebarkan artikel ini
c1d611088b8020ef74bc2afc17b164a9.jpg
c1d611088b8020ef74bc2afc17b164a9.jpg

Sao Paulo – Petenis tunggal putri Indonesia, Janice Tjen (23), nyaris meraih gelar juara pada debutnya di turnamen WTA Sao Paulo 2025 di Brasil. Namun, asa itu pupus setelah Tjen dikalahkan petenis Prancis, Tiantsoa Rakotomanga Rajaona, dalam laga final yang berlangsung Senin dini hari, 15 September 2025.

Bermain di lapangan keras luar ruangan, Tjen takluk dengan skor 6-3 dan 6-4. Hasil ini menempatkannya sebagai runner-up. Meskipun demikian, kiprah Tjen di ajang WTA 250 ini menjadi pencapaian signifikan dalam kariernya. Ia berlaga di turnamen ini melalui jalur wildcard, menyusul debut impresifnya di US Open 2025. Tjen juga sebelumnya mencuri perhatian setelah lolos kualifikasi dan mencapai babak kedua di US Open 2025.

Petenis kelahiran Jakarta, 6 Mei 2002, ini tampil memukau di Parque Villa-Lobos, Sao Paulo, Brasil. Ia berhasil menembus babak final Sao Paulo Open 2025 setelah memenangkan lima pertandingan beruntun tanpa kehilangan satu set pun, termasuk mengalahkan sejumlah pemain unggulan. Berkat performa ini, Tjen kini menempati peringkat 103 dunia dengan catatan 63 kemenangan dan 12 kekalahan.

Perjalanan Menuju Final WTA Sao Paulo

Dalam perjalanannya, Tjen menumbangkan unggulan ketujuh asal Prancis, Leolia Jeanjean, dengan skor 6-2, 6-3 dalam 1 jam 15 menit. Kemenangan ini menandai debutnya yang sukses di level WTA 250, menunjukkan permainan agresif dan akurasi servis yang mumpuni.

Di babak kedua, Tjen melibas petenis Slovakia Martina Okalova 6-1, 6-0 dalam waktu kurang dari satu jam. Ia tampil sangat dominan, dengan konversi break point mencapai 71,4 persen dan minim kesalahan.

Laju Tjen berlanjut di perempat final dengan menyingkirkan unggulan ketiga asal Filipina, Alexandra Eala, 6-4, 6-1. Sempat tertinggal 0-2, Tjen bangkit dengan fokus pada setiap poin dan berhasil memenangkan 71 persen poin dari servis pertamanya.

Atlet lulusan National Collegiate Athletic Association (NCAA) Amerika Serikat ini mengamankan tiket ke final setelah menyingkirkan petenis Inggris Francesca Jones 7-6(0), 6-3 dalam 1 jam 34 menit. Keunggulannya tampak pada tiebreak set pertama (7-0) dan efisiensi konversi break point sebesar 25 persen (2/8), meski Jones mencatatkan lebih banyak ace.

Kiprah Janice di US Open 2025

Perjalanan Tjen di US Open 2025 menjadi torehan penting dalam sejarah tenis Indonesia. Ia sukses menembus babak utama Grand Slam setelah melewati kualifikasi ketat di USTA Billie Jean King Tennis Center, New York.

Pada babak kedua kualifikasi, Jumat malam, 22 Agustus 2025, Tjen mengalahkan petenis Polandia Maja Chwaliska dengan skor ketat 7-5, 7-5. Ia bangkit dari ketertinggalan 5-3 dan menyelamatkan dua set point di set pertama. Tjen mencatatkan lima ace dan lima winner, dengan total 78 poin, mengamankan kemenangan dalam 1 jam 45 menit.

Selanjutnya di final kualifikasi, Tjen menantang unggulan ketiga Jepang, Aoi Ito. Tjen tampil penuh percaya diri pada Jumat, 22 Agustus, dan berhasil mengalahkan Ito 6-1, 6-2 hanya dalam 49 menit.

Di babak pertama US Open 2025, Tjen menghadapi unggulan ke-24 asal Rusia, Veronika Kudermetova, peringkat 26 dunia. Tjen meraih kemenangan melalui rubber game dengan skor 6-4, 4-6, 6-4. “Saya puas dengan performa hari ini, mampu mengeksekusi strategi yang telah kami rancang bersama pelatih,” ujarnya saat itu.

Perjalanannya di Grand Slam ini terhenti di babak kedua setelah kalah dari Emma Raducanu, juara US Open 2021. Pertandingan di Stadion Louis Armstrong, USTA Billie Jean King National Tennis Center, Rabu, 27 September, berakhir dengan skor 2-6, 1-6.

Bermain Tunggal dan Ganda Putri

Tjen merupakan pemain utama tim tenis putri Universitas Oregon Ducks (2020-2021) dan Universitas Pepperdine (2021-2024). Dalam karier profesionalnya, ia tidak hanya aktif di nomor tunggal putri, tetapi juga konsisten berkompetisi di ganda putri. Ia bahkan menerima penghargaan ITF World Tennis Tour Player of the Month pada Mei 2025.

Tjen, yang juga menerima penghargaan ITF World Tennis Tour Player of the Month pada Juni 2025, mencapai babak 16 besar tunggal putri di Asian Games 2022 Hangzhou. Di nomor ganda, berpasangan dengan Aldila Sutjiadi, ia berhasil menembus semifinal. Mereka meraih medali perunggu di SEA Games 2023. Pasangan ini sebelumnya juga sukses meraih gelar ganda putri ITF W35 Arcadia di California, Amerika Serikat, pada Februari 2025.

Tjen berhasil memenangkan gelar juara tunggal ITF W35 Taipei setelah mengalahkan petenis Jepang Momoko Kobori 4-6, 6-1, 6-2 dalam pertemuan pertama mereka di Taipei Tennis Center, Taipei, pada Juni 2025.

Di kompetisi ganda ITF W35 Taipei, ia berkolaborasi dengan atlet Korea Selatan Sohyun Park. Pasangan ini melaju ke final tanpa kehilangan satu set pun. Mereka mengalahkan unggulan kedua Yu-Yun Li/Eri Shimizu 6-1, 7-5 untuk meraih gelar juara. “Gelar juara di nomor tunggal dan ganda secara beruntun. Terima kasih kepada Sohyun atas kerja samanya. Saya sangat menikmati setiap momen bersama Anda di lapangan,” kata Tjen.

Tjen juga sukses meraih gelar juara tunggal putri di turnamen ITF W35 Luzhou, Cina. Sebagai unggulan kedua, ia mengalahkan petenis tuan rumah Fangzhou Liu 6-0, 6-4 dalam pertemuan pertama mereka.

Di sektor ganda ITF W35 Luzhou, Tjen berpasangan dengan Priska Nugroho. Mereka mengalahkan duet Jepang Saki Imamura/Ikumi Yamazaki 6-4, 6-3 di final, Sabtu, 14 Juni 2025. Tjen menyatakan kegembiraannya bisa bermain bersama Priska Nugroho dan berkomitmen untuk terus berjuang meraih prestasi.

Sepanjang turnamen tersebut, Janice juga mencapai final di nomor tunggal dan meraih gelar ganda bersama Saki Imamura dari Jepang pada ITF W35 Goyang, minggu pertama Mei 2025.

Janice Tjen Simbol Tenis Indonesia

Pencapaian Janice Tjen kembali menggemakan kejayaan tenis tunggal putri Indonesia, yang sebelumnya diwakili oleh Yayuk Basuki dan Angelique Widjaja.

Pendahulunya, Yayuk Basuki, pernah menduduki peringkat 19 WTA tunggal pada 1997, dengan enam gelar juara WTA tunggal, sembilan gelar ganda, medali perunggu Olimpiade 1996, serta empat medali emas Asian Games.

Sementara itu, Angelique Widjaja adalah juara Wimbledon Junior 2001 dan French Open Junior 2002. Ia pernah mencapai peringkat 55 WTA tunggal dan 15 ganda, serta meraih medali emas Asian Games 2002. Prestasi tertingginya sebagai pemain tunggal di tingkat dunia adalah peringkat 130 dan peringkat 250 di kategori ganda.

Janice Tjen menjadi petenis Indonesia ketiga yang mencapai final WTA Era Open setelah menjadi runner-up di WTA 250 Sao Paulo Open. Kekalahannya 3-6, 4-6 dari Rakotomanga Rajaonah menempatkannya setelah Yayuk Basuki (juara Pattaya Open 1991) dan Angelique Widjaja (juara Wismilak International 2001 dan Pattaya Open 2002).

Pencapaian Tjen di final WTA 250 Sao Paulo Open pada Senin dini hari, 15 September 2025, menandai kali pertama petenis Indonesia mencapai final WTA sejak Angelique Widjaja pada 2002.

Ia juga mencetak rekor semifinal WTA pertama dalam 23 tahun terakhir dengan menembus semifinal Sao Paulo Open. Setelah mengalahkan unggulan ketiga Alexandra Eala 6-4, 6-1, Tjen memecahkan rekor yang bertahan sejak Angelique Widjaja pada 2002. Prestasi ini menyamai pencapaian seniornya di Wismilak International 2004, di mana Tjen menjadi petenis Indonesia pertama yang mencapai semifinal WTA sejak era Yayuk Basuki.

Tjen menunjukkan dominasi di turnamen ITF dan peningkatan peringkat WTA. Dalam 1,5 tahun terakhir hingga 2025, ia meraih 13 gelar tunggal ITF dengan 100 kemenangan dari 113 pertandingan. Pencapaian ini mirip dengan Angelique yang bertransisi dari junior ke profesional dengan gelar WTA awal, serta Yayuk yang konsisten di level tinggi.

Secara internasional, Tjen meraih medali emas tunggal dan perak ganda di ASEAN School Games 2019. Ia juga berkontribusi signifikan di Billie Jean King Cup dengan rekor 2-2. Capaian ini mengingatkan pada Angelique yang menjadi juara junior Grand Slam dan meraih emas Asian Games, serta Basuki yang mendominasi Asian Games dan Fed Cup.

Di Sao Paulo, Tjen mencatatkan rekam jejak gemilang tanpa kalah set hingga final, mengalahkan tiga unggulan, termasuk Eala. Dinobatkan sebagai “ITF Player of the Month” berturut-turut pada Mei dan Juni 2025, pencapaian Tjen menjadi inspirasi dan warisan berharga bagi kejayaan tenis Indonesia.

Terinspirasi oleh Angelique dan Yayuk, keberhasilan Janice Tjen membangkitkan harapan kebangkitan tenis putri Indonesia setelah penantian 21 tahun. Yayuk Basuki bahkan memujinya sebagai “pewaris sah” era 90-an-2000-an. Dengan gaya backhand satu tangan kanan yang khas, Tjen menjadi simbol potensi Indonesia di kancah tenis global.

irwansyah
FeedSport

Ringkasan Berita: Irwansyah kembali menjadi sorotan berkat kesuksesannya menangani para pemain tunggal India Pekan lalu, pelatih asal Indonesia itu berhasil membawa PV Sindhu menjuarai Japan Open 2026 Super 750 Terbaru, ia mendampingi Ayush Shetty saat mengalahkan Alwi Farhan di babak 32 besar China Open 2026 Super 1000 TRIBUNNEWS.COM – Pelatih bulu tangkis Indonesia, Irwansyah, kembali menjadi sorotan setelah sukses menunjukkan kualitas…

sikat-fluminense,-chelsea-masuk-final-piala-dunia-antarklub-2025
FeedSport

Ringkasan Berita: Chelsea dekati Morgan Rogers. Winger Aston Villa itu dikabarkan segera bergabung ke Stamford Bridge pada bursa transfer musim panas 2026. Lanjutkan pola transfer. Jika resmi direkrut, Rogers menjadi jebolan akademi Manchester City kelima yang diboyong Chelsea setelah Cole Palmer, Romeo Lavia, Liam Delap, dan Jamie Gittens. Chelsea ubah strategi. The Blues kini tak hanya memburu talenta muda, tetapi juga pemain yang siap memberi…